Buruan Rem! Rupiah Sudah di Tubir Rp18.000 per Dolar AS
:
0
Hari ini nilai tukar mata uang Merah Putih kembali drop menyentuh "all time high" Rp17.700 per dolar yang selangkah lagi tembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
EmitenNews.com - Setelah sebulan berkutat di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar pada bulan Mei 2026, memasuki bulan Juni rupiah kembali goyah. Hari ini nilai tukar mata uang Merah Putih kembali drop menyentuh "all time high" Rp17.700 per dolar yang selangkah lagi tembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan pantauan konversi kurs di Google saat berita ini dibuat, rupiah terjerembab ke level Rp17.927 per dolar AS. Melemah dari hari sebelumnya Rp17.865. Pun demikian di konversi Wise.com, nilai tukar mata uang Garuda bertengger di level Rp17.925. Bloomberg tak jauh berbeda, mencatat rupiah sebesar Rp17.928, dimana dolar AS menguat 0,05%.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan dolar AS terjadi seiring lonjakan harga minyak mentah global yang dipicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.
“Hari ini rupiah kembali mengalami pelemahan akibat menguatnya minyak mentah dunia, WTI di 94,58 dolar AS per barel, kemudian Brent crude oil pun mengalami penguatan di 96,72,” kata Ibrahim dikutip Antara.
Menurutnya, kebuntuan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran turut memperbesar ketidakpastian di pasar keuangan global. Di saat yang sama, eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel semakin memperburuk sentimen investor.
Situasi tersebut mendorong harga minyak bertahan di level tinggi karena pasar khawatir terhadap gangguan pasokan energi global. Dampaknya, tekanan inflasi di Amerika Serikat berpotensi tetap tinggi dan membuat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.(*)
Related News
Moody's hingga S&P Beri Label Rating Baru Danantara Investment (DIM)
Rupiah Anjlok Tembus Rp17.900, Ini Langkah BI
Hati-Hati! Produsen Mobil Jepang Boleh Gunakan Suku Cadang Cacat
Saat Neraca Dagang Indonesia Surplus, Vietnam Tekor USD5,64 Miliar
Ini Yang Bawa PMI Manufaktur Indonesia Mei Kembali ke Jalur Ekspansi
Bank Sentral India Jual Emas USD12 Miliar Demi Amankan Rupee





