EmitenNews.com - PT Matahari Department Store (LPPF) menyiapkan anggaran pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp1 triliun. Buyback saham maksimum 10 persen dari modal disetor dan ditempatkan setara 262.614.878 alias 262,61 juta lembar.


”Buyback saham salah satu usaha meningkatkan nilai pemegang saham sehingga memberi fleksibilitas dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan lebih efisien,” tutur Miranti Hadisusilo, Corporate Secretary & Legal Director Matahari Department Store.


Pelaksanaan pembelian kembali saham akan dilakukan paling lama 18 bulan terhitung sejak penyelenggaraan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), atau paling lambat sampai 5 Desember 2023. RUPS akan digelar pada Senin, 6 Juni 2022 untuk meminta restu rencana tersebut.


Perseroan berharap tidak akan terjadi penurunan pendapatan secara signifikan atas pelaksanaan buyback, dan tidak berdampak signifikan terhadap biaya pembiayaan. Maklum, per 31 Desember 2021, Matahari Store mencatat laba bersih per saham Rp351. Sedang proforma laba bersih per saham kalau buyback dilaksanakan dengan jumlah maksimum sebesar Rp431.


Harga pembelian kembali saham mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku. Buyback saham diharap tidak memengaruhi kegiatan usaha, dan operasional. Itu karena perseroan telah memiliki modal kerja cukup untuk menjalankan kegiatan usaha. (*)