Buyback Rp250 Miliar, RAJA Tegaskan Jaga Free Float di Atas 15 Persen
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memastikan rencana pembelian kembali saham (buyback) tidak akan menggerus porsi saham publik
EmitenNews.com - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memastikan rencana pembelian kembali saham (buyback) tidak akan menggerus porsi saham publik dan tetap memenuhi ketentuan minimum free float yang ditetapkan bursa. Manajemen menegaskan, aksi korporasi tersebut telah dihitung secara cermat agar struktur kepemilikan dan likuiditas saham tetap terjaga.
Mengacu pada komposisi kepemilikan per 28 Januari 2026, sebelum buyback, jumlah saham tercatat RAJA mencapai 4,22 miliar saham dengan porsi free float sebanyak 1,04 miliar saham atau setara 24,67%.
Sekretaris Perusahaan RAJA, Yuni Pattinasarani, dalam keterbukaan informasi, Senin (23/2/2026), menjelaskan bahwa Perseroan telah melakukan simulasi atas rencana buyback senilai Rp250 miliar. Dengan asumsi seluruh saham hasil buyback dicatat sebagai saham treasury, maka jumlah saham treasury diperkirakan mencapai 54,47 juta saham.
“Setelah pelaksanaan buyback, jumlah saham free float Perseroan menjadi 988,43 juta saham atau sekitar 23,38%,” ujar Yuni.
Dengan komposisi tersebut, porsi saham publik RAJA tetap berada jauh di atas ketentuan minimum free float sebesar 7,5% yang berlaku saat ini, bahkan masih melampaui potensi kenaikan batas minimum menjadi 15% sebagaimana rencana perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A oleh Bursa Efek Indonesia.
Manajemen menegaskan, sebelum menetapkan nilai buyback, Perseroan telah melakukan perhitungan secara prudent untuk memastikan struktur kepemilikan publik tetap sehat, likuiditas perdagangan saham terjaga, serta seluruh ketentuan pencatatan saham di bursa tetap dipenuhi.
Buyback saham RAJA nantinya akan dilakukan melalui Pasar Reguler BEI dan difasilitasi oleh anggota bursa, yakni PT Henan Putihrai Sekuritas.
Dengan perhitungan tersebut, emiten milik pengusaha Happy Hapsoro ini menegaskan bahwa aksi buyback tidak berpotensi menimbulkan pelanggaran ketentuan free float dan tetap sejalan dengan tata kelola pasar modal yang berlaku.
Related News
WOM Finance Jual Obligasi AAA Rp1,5 Triliun, Kupon hingga 5,50 Persen
Laba Emiten Grup Astra (MMLP) Anjlok 73,9 Persen di 2025, Sisa Rp63M
Kolaborasi BREN-SLB Siap Cari Proyek Panas Bumi hingga Luar Negeri
Beruntun! Komisaris MDKA Asal Inggris Akumulasi Saham Senilai Rp4,47 M
Setahun Lebih Menjabat, Dirut NETV Lie Halim Mengundurkan Diri
Senyap, Pengendali ADMR Akumulasi 176,6 Juta Saham





