CAEXPO-CABIS 2024, MoU Gapki-RCEP Cultural Trade Cooperation Center
:
0
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan RCEP Cultural Trade Cooperation Center pada ajang CAEXPO-CABIS ke-21. Acara penandatanganan ini berlangsung di stand BPDPKS, Paviliun City of Charm Hall B2, di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC). Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Lolita Bangun, Wakil Sekretaris Jenderal GAPKI atas nama Chairman GAPKI, dan Willy Wu, Direktur Eksekutif Komite RCEP National Pavilion. dok. ist.
EmitenNews.com - Sebagai upaya strategis memperkuat perdagangan kelapa sawit Indonesia di pasar internasional, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan RCEP Cultural Trade Cooperation Center pada ajang CAEXPO-CABIS ke-21. Acara penandatanganan ini berlangsung di stand BPDPKS, Paviliun City of Charm Hall B2, di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC).
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Lolita Bangun, Wakil Sekretaris Jenderal GAPKI atas nama Chairman GAPKI, dan Willy Wu, Direktur Eksekutif Komite RCEP National Pavilion. Kesepakatan ini difokuskan pada peningkatan perdagangan sawit Indonesia di wilayah-wilayah yang tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh beberapa pejabat senior dari Indonesia, termasuk Miftah Farid, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan, dan Aida Fitria, Kepala Divisi Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS. Kehadiran mereka menandai pentingnya kerja sama ini bagi Indonesia dalam mempromosikan sawit di pasar internasional, khususnya di kawasan Asia-Pasifik.
Misi MoU: Meningkatkan Perdagangan Sawit
Dalam rilis yang diterima Jumat (27/9/2024), Lolita Bangun menyampaikan bahwa MoU ini bertujuan untuk memperkuat posisi sawit Indonesia di pasar global, khususnya di negara-negara yang tergabung dalam RCEP. Ia yakin melalui kerja sama tersebut, potensi sawit Indonesia akan semakin besar di pasar Asia-Pasifik.
“Ini adalah langkah penting bagi GAPKI untuk memperluas jaringan perdagangan sekaligus mempromosikan praktik-praktik sawit yang berkelanjutan," kata Lolita.
Sementara itu, Willy Wu menekankan peran RCEP Cultural Trade Cooperation Center dalam memfasilitasi ekspansi produk-produk sawit Indonesia ke pasar yang lebih luas. Dia percaya sawit Indonesia memiliki peluang besar di wilayah RCEP, dan pihaknya akan memberikan dukungan penuh untuk mempercepat proses ini.
Apa itu RCEP?
RCEP atau Regional Comprehensive Economic Partnership adalah perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia yang mulai berlaku pada 15 November 2020. Berbasis di Shenzhen, China, RCEP melibatkan 15 negara anggota, termasuk 10 negara ASEAN dan mitra dagang utama seperti China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi di kawasan Asia-Pasifik, dengan fokus pada penghapusan tarif dan penyederhanaan aturan perdagangan.
Related News
Angkatan Kerja Capai 147 Juta Orang, Tiga Sektor Ini Serap 60 Persen
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Peneliti CORE Ingatkan Hati-hati
Permen Purbaya Berlaku, Pemerintah Akui Aset Kripto Instrumen Keuangan
Bak Buang Sial, KA Argo Bromo Anggrek Ganti Nama Jadi KA Anggrek
Tekanan Bertubi-Tubi, Rupiah Berpotensi Sentuh Rp17.550 Pekan Ini
Sama Dengan Indonesia, PMI Manufaktur Thailand Juga 'Letoy'





