EmitenNews.com - PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp240 miliar. Dana tersebut akan dipergunakan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik kedua.

 

Direktur MOLI, Donny Winarno menuturkan, dana tersebut akan diinvestasikan untuk penyelesaian pembangunan Pabrik II. Adapun sumber pendanaan sebesar 70 persen akan berasal dari pinjaman perbankan dan sebesar 30 persen dari kas internal MOLI.

 

"Kami melihat adanya peningkatan permintaan produk etanol di pasar luar negeri. Pabrik ke-2 MOLI akan difokuskan untuk memenuhi penjualan ekspor ke negara-negara di kawasan Asean, serta Asia," kata Donny Winarno dalam acara Public Expose, yang digelar secara virtual, Senin (25/7).

 

Donny menegaskan, pada tahun ini perseroan akan melakukan perluasan pasar ekspor di kawasan Asean maupun Asia. "Kami juga terus melakukan penetrasi di pasar Thailand, Vietnam dan beberapa negara di Asean lainnya," ucap Donny.

 

Dia menyebutkan, porsi ekspor untuk tahun mencapai 60 persen, sedangkan sebesar 40 persen akan dijual di pasar domestik. "Porsi penjualan ini juga sama seperti yang sudah terealisasi di 2021. Saat ini ekspor kami ke Asean semakin tinggi, untuk memenuhi kebutuhan di sektor kosmetik, farmasi dan food and beverage," ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MOLI, Adikin Basirun mengatakan bahwa saat ini Molindo Grup merupakan pabrik etanol food grade terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 80.000 KL dan tambahan 50.000 KL setelah penyelesaian Pabrik II di Semester I-2023.

 

"Untuk prospek bisnis kami di 2022, volume penjualan kembali ke kapasitas produksi terpasang sebesar 80.000 KL setahun," kata Adikin.