EmitenNews.com -PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) atau EMP berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2024 sebesar USD150 juta atau setara Rp 2,32 triliun.

Wakil Direktur Utama EMP Eduardus Ardianto menjelaskan, capex tersebut akan perseroan fokuskan untuk menunjang kegiatan pengeboran (drilling) terutama guna menambah cadangan minyak dan gas EMP secara menyeluruh.

"Selain itu, capex juga akan kami gunakan untuk pengembangan drilling untuk meningkatkan produksi EMP secara keseluruhan," ucap Eduardus dalam paparan publik secara virtual, Jumat (15/12/2023).

Pasalnya, tahun depan perseroan menargetkan produksi naik di kisaran 10-15% dari realisasi produksi tahun ini. Artinya, jika total produksi minyak dan gas perseroan tahun ini berada di level 33.400 barel ekuivalen per hari, maka dengan target pertumbuhan tersebut, total produksi minyak dan gas perseroan bakal naik ke level 37-38 ribu barel ekuivalen per hari.

Eduardus menambahkan, emiten minyak dan gas (migas) Grup Bakrie ini menargetkan produksi migas tahun depan rata-rata tumbuh 10-15%. Target ini sejalan dengan akuisisi dan pengembangan yang dikerjakan EMP sepanjang tahun ini.

"Untuk tahun depan, kami targetkan secara rata-rata produksi bisa naik antara 10-15%. Pengembangan blok-blok yang ada atau siap produksi atau dalam tahap eksplorasi diharapkan dapat menambah cadangan dan produksi," ungkap dia.

Belakangan, emiten dengan sandi saham ENRG ini agresif melakukan sejumlah akuisisi. Di antaranya, perseroan mengambilalih PT Sulawesi Regas Satu.Kemudian, meneken perjanjian PSC untuk mengoperasikan Blok Bireun Sigli di Aceh, dan mencaplok 90% saham dan operatorship di Blok KKS Siak dan Blok KKS Kampar.

Karena itu, melalui beberapa aksi pengembangan tersebut, Eduardus optimistis dapat mendongkrak kinerja keuangan perseroan secara konsolidasi. Kini EMP tercatat mempunyai total 13 aset kelolaan di antaranya Blok Gebang PSC, Blok Tongah PSC, kemudian Blok Bentu PSC, Kangean, Sengkang, dan Blok-blok lain.

Di samping melakukan pengembangan terhadap aset-aset eksisting, Eduardus mengatakan, ENRG juga akan melakukan kegiatan eksplorasi seismik dan pengembangan beberapa blok terkait komitmen kerja.

Eksplorasi seismik ini di antaranya akan perseroan kerjakan di Blok Sengkang, South CPP, dan Bireun Sigli sebagai blok yang baru saja EMP akuisisi. Sementara Blok Gebang sedang disiapkan perseroan untuk kegiatan drilling pada tahun depan. "Kami targetkan 1-2 sumur bisa kami lakukan kegiatan drilling pada 2024," imbuhnya.

Direktur EMP Tri Firmanto menambahkan, perseroan akan menuntaskan tajak sumur Central East Napuh pada Januari 2024. Bukan hanya itu, tahun depan perseroan juga akan melakukan eksplorasi terhadap sumur Southeast Napuh yang lokasinya berdekatan dengan sumur central east Napuh.

"Jadi, kami masih melanjutkan untuk menemukan cadangan-cadangan baru baik dari segi eksplorasi maupun pengembangan dari sumur-sumur dan lapangan yang telah kami miliki sebelumnya," ujar Tri.