Untuk itu, perseroan telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga USD 5 juta atau setara Rp 77, 87 miliar (kurs Rp 15.573,45 per USD) pada 2023.

 

Nantinya belanja modal itu akan dialokasikan untuk melanjutkan program-program perseroan yang saat ini sudah berlangsung. Seperti otomatisasi dan digitalisasi. Capex enggak terlalu besar karena beberapa program sudah kita lakukan. Kita tinggal memperdalam efisiensinya, capexnya skeitar USD 3-5 juta untuk budget 2023, tutup Fitri.