Cegah Penyelewengan, Bulog Perketat Distribusi Beras SPHP
:
0
Perum Bulog memperketat distribusi beras murah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mencegah penyelewengan
EmitenNews.com - Perum Bulog memperketat distribusi beras murah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mencegah penyelewengan. Pengetatan dilakukan melalui pengawasan jalur distribusi dan pembatasan jumlah pembelian oleh konsumen.
"Kami memperketat saluran distribusi SPHP melalui beberapa jalur distribusi utama, yaitu pengecer pasar, koperasi desa, instansi pemerintah. Semua jalur ini diwajibkan menggunakan aplikasi Klik SPHP yang memverifikasi data pengecer secara ketat," jelas Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal seperti dilansir laman resmi Bulog.
Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan. Pengecer yang menyalurkan beras SPHP wajib membuat surat pernyataan.
Selain itu, setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli dua kemasan beras SPHP atau total 10 kilogram. Harga per kemasan lima kilogram ditetapkan sebesar Rp62.500 sesuai harga eceran tertinggi.
Distribusi beras SPHP merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di berbagai daerah. GPM menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menyalurkan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Beras SPHP kerap disalurkan melalui pasar rakyat dan operasi pasar yang menjangkau masyarakat langsung. Kehadiran program ini disambut baik oleh warga karena membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan biaya lebih ringan.
GPM juga berfungsi memperkuat sinergi antar lembaga dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Pemerintah berharap program ini dapat memperluas akses pangan murah bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)
Related News
Hakim Hukum Penjara dan Denda Enam Terdakwa Kasus Korupsi TaniHub
Kivlan Zen di Eksekusi Hotel Sultan, Ngaku Wakili Ahli Waris PB VIII
Di Tengah Aksi Protes, Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan Dimulai
Kolaborasi Kemenekraf, Indosat (ISAT) & Adobe, Perluas Peluang Kreator
Anggaran MBG 2027 Rp270T, BGN akan Kaji Ulang SMA Elit Mungkin Disetop
KPK Sita Aset Eks Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Ada Dua Mini Market





