Cek! Berikut 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Petugas kebersihan tampak menyisir area teras Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuatif. Selama sepekan indeks mengalami koreksi sebesar 0,99 persen ke level 7.026 dari posisi akhir pekan sebelumnya 7.097. Itu berdasar data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 30 Maret hingga 2 April 2026.
Kala indeks menukik turun, sejumlah saham ikut jeblok. Efeknya, koreksi indeks makin dalam. Saham-saham dengan gerak menurun itu, tergabung dalam kelompok top losers. Yaitu, Remala Abadi (DATA) drop 39,94 persen atau 1.450 poin menjadi Rp2.180 per lembar dari Rp3.630.
PP Presisi (PPRE) anjlok 38,69 persen alias 65 poin menjadi Rp103 per helai dari Rp168. Trimitra Prawara (ATAP) longsor 32,94 persen setara 224 poin menjadi Rp456 per saham dari Rp680. Wijaya Cahaya (FWCT) melorot 27,56 perssen selevel 35 poin menjadi Rp92 per saham dari Rp127.
Sat Nusapersada (PTSN) merosot 20,63 persen alias 78 poin menjadi Rp300 per helai dari Rp378. LCK Global (LCKM) menukik 19,67 persen atau 24 poin menjadi Rp98 per saham dari Rp122. Fortune Indonesia (FMII) menciut 19,57 persen atau 54 poin menjadi Rp222 per lembar dari Rp276.
Guna Timur Raya (TRUK) susut 18,52 persen setara 50 poin menjadi Rp220 per saham dari Rp270. Hotel Fitra (FITT) terpangkas 18,30 persen alias 56 poin menjadi Rp250 per lembar dari Rp306. Sunson Textile (SSTM) terkoreksi 17,93 persen setara 17,93 persen alias 130 poin menjadi Rp595 per helai dari Rp725. (*)
Related News
Periksa! 10 Saham Top Gainers Pekan Ini
Tergerus 1,69 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.305 Triliun
Pertamina Jajaki Pengembangan Teknologi Rendah Karbon Dengan POSCO
Ini Tiga Kerjasama Energi Yang Disepakati Indonesia - Korea
KISI Hadirkan Fasilitas Margin Kompetitif untuk Investor
BEI Buka Data Saham Kepemilikan Jumbo oleh Segelintir Investor (HSC)





