EmitenNews.com - Cita Mineral Investindo (CITA) menyetujui pembagian dividen Rp1,39 triliun. Alokasi itu, diambil dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025. Dengan demikian, para investor akan mendapat suntan dividen senilai Rp351 per lembar. 

Keputusan itu, mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi untuk pertumbuhan masa depan dengan pemberian imbal hasil bagi para investor. Kebijakan pembagian dividen itu, telah dipatenkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 12 Mei 2026. 

Sebagai emiten pertambangan bauksit terkoneksi dengan ekosistem hilirisasi nasional, terus memperkuat posisi sebagai pemasok utama bauksit dalam negeri. Momentum pertumbuhan industri pengolahan, dan refinery Indonesia dimanfaatkan perseroan sebagai penggerak strategis untuk membidik pertumbuhan kinerja jangka panjang berkelanjutan. 

Strategi Operasional dan Ekspansi Pasar Domestik

Perseroan menerapkan strategi perencanaan penambangan terukur di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk memastikan volume produksi selaras dengan daya serap pasar domestik. Kebijakan ini terbukti efektif sepanjang tahun 2025. Di mana,  CITA berhasil memperluas portofolio pelanggan melalui penjualan kepada pihak ketiga, PT Borneo Alumindo Prima. 

Ekspansi ini turut menjadi momentum bagi Perseroan untuk mengaktifkan kembali (reactivation) operasional Site Sandai pada akhir 2025, kini diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru untuk meningkatkan utilisasi kapasitas produksi secara bertahap di tahun 2026.

Keberhasilan strategi ini menjadi landasan kuat bagi CITA untuk menetapkan target volume penjualan yang terukur dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 9,10 juta WMT (Wet Metric Ton) pada tahun 2026. Hal ini memungkinkan CITA untuk tetap memenuhi kebutuhan operasional entitas asosiasi, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW), sembari menangkap peluang dinamika pasar melalui basis pelanggan baru. 

Kinerja Terjaga dan di Tengah Dinamika Pasar Global

CITA menunjukkan resiliensi dengan mencatat pertumbuhan penjualan 12,58 persen (YoY) menjadi Rp2,69 triliun sepanjang tahun 2025. Meski laba bersih tahun berjalan mengalami koreksi tipis 3,63 persen menjadi Rp2,40 triliun akibat normalisasi harga jual alumina. 

Keberlanjutan bisnis CITA diharap tetap terjaga, hal ini tercermin dari total aset menguat menjadi Rp9,13 triliun, didukung investasi strategis, dan realisasi tambahan setoran modal kepada PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) senilai total Rp419 miliar sejak awal tahun 2025 untuk mendukung pembangunan smelter aluminium.