Citi Indonesia Kantongi Laba Rp2T pada 2025, Ditopang Tiga Bisnis Inti
:
0
Manajemen Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) usai melaksanakan konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews - Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) berhasil meraup laba bersih sebesar Rp2,8 triliun pada tahun 2025, didorong peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 7 persen dan efisiensi beban operasional.
Seiring dengan capaian tersebut, Citi Indonesia membukukan Return on Equity (ROE) sebesar 14,4 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,8 persen.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyampaikan kinerja positif tersebut ditopang tiga lini bisnis inti yang terintegrasi, yakni Banking, Markets dan Services.
"Kami menjalankan eksekusi secara disiplin dengan memprioritaskan berbagai inisiatif strategis yang menghasilkan peningkatan pendapatan bunga bersih dan efisiensi beban operasional. Kinerja yang baik ini juga mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan serta komitmen jangka panjang kamu dalam mendukung kemajuan perekonomian Indonesia, sejalan dengan prioritas pemerintah dan regulator perbankan," ujar Batara dalam konferensi pers, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, lanjut Batara, kinerja positif perbankan dapat dituai seiring komitmen Citi dalam menyediakan solusi perbankan yang komprehensif bagi berbagai klien multisektor, mulai dari perusahaan lokal, multinasional, hingga lembaga keuangan dan institusi sektor publik.
Di antara capaian itu, pada 2025 Citi Indonesia terlibat dalam sejumlah transaksi signifikan yang mencerminkan keluasan kapabilitas Corporate Banking. Seperti, Citi Indonesia turut menyalurkan pinjaman perdagangan bilateral bergulir senilai USD30 juta kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, dan sebesar Rp1 triliun kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
Batara menambahkan, dengan pemanfaatan jaringan global, Citi juga terlibat dalam beberapa transaksi, yaitu Joint Lead Manager dan Bookrunner dalam penerbitan obligasi global perdana senilai USD1 miliar untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan bertindak sebagai konsultan keuangan ekslusif bagi PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart).
"Kami terus mencatat pertumbuhan positif sebesar tiga persen pada bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS) sepanjang tahun 2025. Di sektor ini kami juga terus meningkatkan solusi digital dengan ekspansi layanan jaringan collection melalui layanan omnicollection untuk aliran dana ritel dan e-commerce," ujar Batara.
Related News
Rupiah Lanjut Tertekan ke Rp17.353, Berikut Beberapa Faktor Pemicunya
BYD dkk Sukses KO Mobil Jepang dan Eropa, Laba Terjungkal
Imbal Hasil Obligasi Jepang 10 Tahun Capai Level Tertinggi Sejak 1977
Pajak dari Ekonomi Digital Kuartal I Rp4,48T, dari Kripto Masih Tipis
Emas Antam Ikut Arus Penurunan Harga Emas Dunia Dampak Keputusan FED
70,1 Persen Pebisnis Masih Optimistis Prospek Usaha 6 Bulan ke Depan





