Daftar 9 Emiten Konstituen MSCI Global Standard, Telisik Kinerjanya
:
0
Ilustras foto logo MSCI. FOTO - Dok MSCI
EmitenNews.com - MSCI merilis hasil tinjauan indeks Agustus 2026 untuk indeks ekuitas MSCI. Seluruh perubahan akan diterapkan kala penutupan perdagangan edisi 31 Agustus 2026. Hasilnya, MSCI mengeliminasi Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dari konsituen MSCI Global Standard Index dalam review berkala Agustus terbitan Kamis (13/8/2026).
Menyusul keputusan itu, penghuni Indeks Utama MSCI saat ini tersisa sembilan emiten dari semula 11 emiten. Berikut daftar sembilan emiten konstituen MSCI Global Standard indeks beserta kinerja, dan performa saham sepanjang paruh pertama 2026.
Bank Central Asia (BBCA)
Paruh pertama 2026 membukukan laba bersih Rp29,5 triliun. Angka tersebut melesat 1,7 persen dibanding edisi sama tahun lalu Rp29 triliun. Pertumbuhan laba ditopang penyaluran kredit naik 8 persen menjadi Rp1.036 triliun dibanding periode sama 2025 senilai Rp959 miliar. Total aset juga naik 10,4 perssen menjadi Rp1.661 triliun. Saham BBCA berada di level Rp6.350 usai naik tipis 0,79 persen atau 50 poin. Sejak awal tahun ini, saham BBCA terpangkas 20,87 persen alias 1.675 poin dari periode 2 Januari 2026 di kisaran Rp8.025 per lembar.
Barito Pacific (BRPT)
Emiten Grup Barito milik Pangestu itu, mencatat laba bersih paruh I 2026 USD190 juta alias setara Rp3,42 triliun, merosot 64,8 persen dibanding edisi sama tahun lalu dengan tabulasi laba. Pendapatan meningkat 76,1 perssen menjadi USD5,68 miliar. Saham BRPT berada di Rp1.950 usai menguat 7,14 persen atau 130 poin. Sejak awal tahun ini, saham BRPT masih terpangkas 38,87 persen atau 1.240 poin dari 2 Januari 2026 sekitar Rp3.190.
Astra International (ASII)
Emiten milik konglomerasi regional Jardine Matheson (melalui Jardine Cycle & Carriage Ltd) mengemas laba bersih Rp12,53 triliun. Anjlok 19,22 persen dari periode sama tahun lalu Rp15,51 triliun. Saat ini, saham ASII bertengger di level Rp4.860. Sejak awal tahun ini, saham ASII melorot 28,53 persen setara 1.940 dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp6.800.
Bumi Resources Minerals (BRMS)
Emiten Grup Bakrie dan Grup Salim mentabulasi laba bersih USD12,92 juta. Melorot 43,75 persen dari episode sama tahun sebelumnya. Itu menyusul penurunan produksi hanya 21.091 ounce (oz) atau setara dengan 656 kilogram. Saat ini, saham BRMS melejit 5,83 persen alias 35 poin menjadi Rp635. Namun, sejak awal tahun masih terkapar 46,19 persen atau 545 poin dari 2 Januari 2026 di posisi Rp1.180.
Related News
MSCI Gusur Emiten Hary Tanoe (KPIG), Wakil MNC Group Tamat
Telisik Kinerja Emiten yang Ditendang MSCI Small Cap, ARTO hingga RATU
SGMR, Satu-satunya Emiten BUMN yang Didepak MSCI, Begini Kinerjanya
Ini Daftar 10 Emiten yang Dikeluarkan dari Indeks MSCI
Emiten Unggas (CPIN) Ditendang MSCI, Pindah ke Small Cap Index
Intip Performa GOTO dan CPIN Usai Terlempar dari MSCI Global Standard





