Danantara Housing Expo 2026: SIG Hadirkan Material Konstruksi Modern
:
0
Rumah Contoh tipe 36 (kiri) dan tipe 57 (kanan) yang dibangun di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, menggunakan Bata Interlock Presisi
EmitenNews.com - Pembangunan hunian saat ini tidak hanya berkaitan dengan fungsi bangunan, tetapi juga bagaimana proses konstruksi dapat dilakukan secara efisien dan tetap mempertimbangkan aspek ketahanan serta keberlanjutan. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah penggunaan material dengan sistem pemasangan yang dirancang untuk mengurangi tahapan pekerjaan di lapangan.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), misalnya, memperkenalkan Rumah Bata Interlock Presisi dalam ajang Danantara Housing Expo 2026. Material tersebut menggunakan mekanisme saling mengunci antarbalok sehingga proses penyusunan dinding dapat dilakukan dengan metode yang berbeda dibandingkan penggunaan bata konvensional.
Sistem interlock pada dasarnya memanfaatkan bentuk material yang dapat saling mengunci ketika disusun. Dengan mekanisme tersebut, sejumlah tahapan dalam pembangunan dinding dapat dikurangi, seperti penggunaan bahan perekat atau spesi pada setiap lapisan bata serta kebutuhan plester dan acian, tergantung pada desain dan metode konstruksi yang digunakan.
Konsep ini menarik dari sisi efisiensi waktu. Dalam konstruksi konvensional, pekerjaan dinding umumnya melibatkan beberapa tahapan setelah material terpasang, termasuk penyusunan, penggunaan perekat atau spesi, serta pekerjaan finishing. Material dengan sistem interlock dirancang untuk menyederhanakan sebagian tahapan tersebut.
Selain aspek waktu, sistem interlock juga berkaitan dengan penggunaan material. Karena bentuk balok dirancang untuk saling mengunci, kebutuhan terhadap material tambahan dalam proses pemasangan dapat berbeda dibandingkan metode konstruksi dinding konvensional.
Namun, penerapan material seperti ini tetap perlu mempertimbangkan perencanaan struktur, standar teknis, keterampilan tenaga kerja, serta kondisi bangunan dan lokasi proyek. Efisiensi konstruksi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jenis material, tetapi juga metode pelaksanaan secara keseluruhan.
Dari sisi ketahanan terhadap gempa, Bata Interlock Presisi yang diperkenalkan SIG disebut telah menjalani Uji Siklik dinding 2D di Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung, Direktorat Jenderal Bina Teknik Permukiman dan Perumahan. Berdasarkan hasil pengujian yang disampaikan perseroan, sistem tersebut diuji untuk wilayah dengan tingkat seismisitas tinggi atau KDS D.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, perseroan juga menampilkan sejumlah material konstruksi lainnya dalam ajang Danantara Housing Expo 2026, mencakup kebutuhan struktur, atap, dinding, dan lantai. Di antaranya terdapat beton berpori ThruCrete dan beton instan PakCrete untuk kebutuhan struktur, serta genteng beton dengan sistem interlock untuk bagian atap.
Untuk pekerjaan dinding dan lantai, perseroan menampilkan berbagai material mortar untuk kebutuhan seperti perekat bata ringan, plester, acian, perekat keramik, dan nat.
Pengembangan berbagai jenis material tersebut menunjukkan bahwa efisiensi konstruksi dapat dilakukan melalui sejumlah pendekatan, mulai dari sistem pemasangan material hingga pengurangan tahapan pekerjaan di lapangan. Bagi pembangunan hunian dalam skala besar, aspek tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan selain harga material, ketersediaan, kualitas, dan kesesuaian dengan standar teknis.
Related News
Chery Luncurkan Pesaing BYD Atto 3 Rp200 Jutaan
Denza Z9S Juara Jangkauan Terjauh EV Rp800 Juta Bisa Dipesan
Danantara Expo Beri Promo DP 1% Buat Pencari Rumah Pertama
Jangan Dibuang! Router Lama Bisa Bikin Wi-Fi 8X Lebih Cepat
Kartu Kredit Indonesia Jadi Sumber Dana Transaksi QRIS
Menuju 70 Tahun, Nurani Astra bagi Korban Gempa Bumi NTT





