Darmo Hadipranoto, Pendiri Es Krim Campina Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
:
0
EmitenNews.com - Darmo Hadipranoto telah tiada. Pendiri PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) itu, meninggal dunia pada Senin (9/5/2022) dalam usia 94 tahun. Perseroan segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan pengganti Darmo. Campina melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2017.
"Bersama ini kami sampaikan bahwa Bapak Darmo Hadipranoto yang menjabat sebagai Komisaris Perseroan meninggal dunia pada Senin. Segenap manajemen dan staf Campina turut berbelasungkawa," ucap Sekretaris Perusahaan Sagita Melati dalam keterbukaan informasi di BEI, Senin.
Mengutip laman resmi perusahaan, Darmo Hadiparanoto meninggal dalam usia 94 tahun di Surabaya. "Segenap manajemen dan staf Campina turut berbelasungkawa. Semoga Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan."
Awalnya, Darmo Hadipranoto dan istri mendirikan usahanya, Campina dari sebuah industri rumahan berbentuk firma bernama CV Pranoto pada 22 Juli 1972 di Jalan Gembong Sawah, Surabaya, Jawa Timur, sekaligus kediaman pribadi Darmo Hadipranoto.
Mengutip prospektus di web resmi perseroan, Senin (9/5/2022), usaha es krim Campina yang dimulai di garasi rumah itu, mulai dikenal dan menjadi es krim favorit bagi masyarakat. Begitu terkenalnya sampai Gubernur Jawa Timur (ketika itu), H.M. Noer berkunjung ke pabrik Campina pada tahun 1973.
Usaha ini ternyata semakin maju. Karena itu, Darmo melakukan ekspansi dengan membuka fasilitas produksi di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur pada 1982. Ia juga mengubah status perusahaan dari firma menjadi perseroan terbatas (PT) dengan nama PT Campina Ice Cream Industry pada 1994.
Dengan perkembangan yang ada, perseroan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Desember 2017.
Hingga kuartal pertama 2022, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) membukukan penjualan bersih Rp258,62 miliar, atau tumbuh 11,11 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 senilai Rp232,76 miliar. Laba bersih setelah pajak per 31 Maret 2022 sebesar Rp27,96 miliar. Terjadi peningkatan 63,4 persen dari laba periode sama tahun lalu sebanyak Rp17,11 miliar.
Dengan meninggalnya Darmo Hadipranoto, menurut Sagita Melati, tidak berdampak pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perusahaan. Perusahaan akan segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan pengganti Darmo Hadipranoto.
"Perihal susunan dewan komisaris terbaru dari perusahaan akan kami sampaikan pada pelaksanaan RUPS terdekat," jelas Sagita Melati. ***
Related News
Diskusi Paramadina, Ekonom Nilai UU P2SK Mesin Pencuci Uang Kotor
Pertamina Raih Pendapatan Rp1.167 Triliun, Laba Bersih jadi Signifikan
Waduh, Rupiah Kok Loyo Lagi, Dampak Rilis MSCI?
Harga Emas di Bawah Bayang-Bayang Arah Kebijakan Fed
Korsel 12 Tahun Beruntun Gagal Tembus Pasar Negara Maju MSCI
Hormuz Anteng, Harga Minyak Turun Dekati Level Sebelum Konflik





