Defisit Menipis, Laba KRAS Melejit 310 Persen
Petugas tengah mengawal peletakan gulungan baja ringan besutan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Krakatau Steel (KRAS) sepanjang 2025 membukukan laba bersih USD325,46 juta. Malambung 310,37 persen dari episode sama tahun sebelumnya boncos USD154,71 juta. Oleh sebab itu, laba per saham dasar menjadi USD0,0176 dari sebelumnya minus USD0,0080.
Pendapatan usaha USD959,84 juta, mengalami peningkatan dari periode sama tahun sebelumnya USD954,59 juta. Beban pokok pendapatan USD909,09 juta, bengkak dari edisi sama 2024 sebesar USD847,65 juta. Laba kotor terkumpul USD50,74 juta, anjlok dari sebelumnya USD106,94 juta.
Beban penjualan USD24,1 juta, bengkak dari USD21,58 juta. Beban umum dan administrasi USD112,35 juta, naik dari USD101,63 juta. Pendapatan operasi lainnya USD3 juta, drop dari USD42,95 juta. Rugi operasi USD82,7 juta, anjlok dari laba USD26,68 juta. Bagian rugi bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama USD9,34 juta, susut dari USD49,68 juta.
Pendapatan keuangan USD519,92 juta, mengalami lompatan signifikan dari akhir tahun sebelumnya USD3,7 juta. Biaya keuangan USD157,15 juta, mengalami pembengkakan dari USD153,65 juta. Laba selisih kurs USD33,12 juta, susut dari USD33,86 juta. Laba tahun berjalan USD339,64 juta, melangit dari minus USD148,42 juta.
Total ekuitas terkumpul USD725,5 juta, melejit dari tahun sebelumnya USD435,18 juta. Defisit USD2,16 miliar, susut dari USD2,47 miliar. Jumlah liabilitas USD2,04 miliar, mengalami penyusutan dari USD2,46 miliar. Total aset USD2,76 miliar, terkoreksi dari akhir 2024 senilai USD2,89 miliar.
Pencapaian kinerja itu, buah dari kepercayaan para pemangku kepentingan, dan langkah strategis pembenahan internal dilakukan secara bertahap. Laba bersih sebagian besar bersumber dari keuntungan buku (accounting gain) atas keberhasilan program restrukturisasi utang secara komprehensif.
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan, menyebut hasil positif tersebut tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Danantara, kepercayaan para kreditur, dan mitra bisnis. ”Dukungan Danantara menjadi pendorong utama. Hasil positif titik awal untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Djohan.
Menatap masa depan, Krakatau Steel optimistis kelanjutan tren pertumbuhan melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi, dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur, otomotif terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional, dan percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental, perseroan secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan.
Perseroan meyakini apabila kinerja seluruh unit JV menunjukkan tren positif —terutama PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama— maka hal tersebut dipastikan akan memberikan kontribusi jauh lebih besar, dan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel secara keseluruhan.
Sejalan komitmen pada tata kelola lebih baik, dan disiplin investasi ketat, Krakatau Steel terus melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan setiap kerja sama agar sejalan arah bisnis jangka panjang. Keputusan itu, untuk memperkokoh struktur keuangan, memastikan setiap inisiatif bisnis mampu memberi nilai tambah maksimal bagi ekosistem bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan. (*)
Related News
Tok! DSSA Resmi Stock Split 1:25, Mulai Diperdagangkan 9 April
HRTA Gandeng Anak Usaha UNTR, Jajal Kerja Sama Bisnis Emas
Sudahi 2025, Laba MEDC Terpangkas 72 Persen
Laba Melesat 339 Persen, Saham RLCO Makin Menyala
Anjlok 138 Persen, SSIA Tekor Rp89 Miliar
Pasca Diakuisisi MTA, Folago (IRSX) Sukses Ubah Rugi Jadi Laba





