EmitenNews.com — Akuntan Publik pemeriksa laporan keuangan tahun 2021 PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Donny Iskandar Maramis menekankan adanya indikasi ketidakpastian material atas kemampuan BUMI untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Pernyataan itu bagian dari laporan audit laporan keuangan BUMI yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/4/2022).


Jelasnya, Akuntan Publik dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Yusuf, Aryanto, Mawar & Rekan menekankan per 31 Desember 2021, total kewajiban jangka pendek telah melebihi total aset lancar. Selain itu, BUMI mengalami defisit USD2,887 miliar, sebagaimana di jelaskan dalam catatan 45.

“Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidakpastian material atas kemampuan BUMI untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,” terang Donny.


Padahal, dalam catatan 45, BUMI telah menjelaskan terus berusaha untuk meningkatkan keunggulan operasionalnya melalui peningkatan volume produksi, penekanan biaya-biaya dan peningkatan efiensi.

Upaya lain, BUMI mempercepat pengembangan BRMS, Arutmin dan anak-anak usaha lainnya dengan memanfaatkan harga komoditas yang semakin membaik.

“Perseroan sedang dalam proses restrukrisasi utang,” tulis manajemen BUMI.


Namun di sepanjang tahun 2021, BUMI membukukan laba bersih senilai USD168,018 juta, atau membaik dibandingkan tahun 2020 yang mencatatkan rugi bersih senilai USD338,02 juta.

Sehingga, perseroan menorehkan laba per 1000 saham dasar USD2,27. Sedangkan di tahun 2020 tercatat rugi per 1000 saham dasar USD4,95.

Hal itu ditopang peningkatan pendapatan sebesar 27,59 persen menjadi USD1,008 miliar.