EmitenNews.com - PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) si saham Rp1 yang tengah berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan nilai sekitar Rp822,9 miliar. 

Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui konversi utang menjadi saham baru yang akan memicu perubahan pengendali perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/3/2026), perseroan akan menerbitkan sebanyak 882.925.100.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1 per saham. Dengan demikian, nilai konversi utang menjadi saham dalam aksi korporasi tersebut mencapai sekitar Rp882,92 miliar.

Manajemen perseroan menyampaikan bahwa penerbitan saham baru tersebut bertujuan memperbaiki posisi keuangan perusahaan melalui pelunasan kewajiban utang.

“Tujuan private placement ini adalah memperbaiki posisi keuangan perseroan melalui pelunasan utang dan konversi utang menjadi saham,” tulis manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi.

Pelaksanaan penambahan modal tersebut berpotensi menimbulkan efek dilusi kepemilikan hingga sekitar 99,37 persen bagi pemegang saham.

Selain itu, transaksi tersebut juga akan memicu perubahan pengendali perseroan. Setelah aksi korporasi terealisasi, PT Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH) diproyeksikan menjadi pengendali baru dengan porsi sahan kepemilikan sekitar 80,7 persen saham MKNT. Sementara PT Mantra Capital Persadan (MCP) akan menguasai sekitar 18,7 persen saham perseroan.

Adapun, porsi kepemilikan masyarakat diperkirakan akan terdilusi signifikan dari sebelumnya sekitar 66,1 persen menjadi hanya sekitar 0,41 persen.

Sebelum pelaksanaan transaksi ini, baik PT Headwell Bintang Energi Hijau maupun PT Mantra Capital Persadan diketahui belum memiliki saham di MKNT.

Perseroan menyatakan rencana penambahan modal sekaligus perubahan pengendali tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026.

Jika transaksi tersebut terealisasi, jumlah saham beredar MKNT akan melonjak signifikan menjadi sekitar 888.425.100.000 lembar saham atau 888 miliar saham dari sebelumnya sebanyak 5.500.000.000 lembar saham.