Di Luar 3 Bisnis Inti, Astra International (ASII) Perketat Investasi
:
0
Ilustrasi PT Astra International Tbk (ASII). Dok. Astra.
EmitenNews.com - Perketat strategi investasi pada lini usaha di luar tiga bisnis inti perseroan, PT Astra International Tbk (ASII) mulai menata ulang portofolio bisnis. Emiten industri otomotif itu, memastikan setiap bisnis mampu memberikan nilai tambah dan mendukung pertumbuhan Astra dalam jangka panjang.
Dalam acara Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9/2026), Head of Corporate Investor Relations Astra, Tira Ardianti, mengatakan perseroan kini memiliki kerangka lebih jelas dalam mengelola bisnis di luar tiga sektor utama atau wider businesses. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan, kebutuhan modal, serta kontribusi masing-masing bisnis terhadap ekosistem Astra.
“Terdapat bisnis yang akan terus kami investasikan karena memiliki nilai strategis, ada bisnis yang membutuhkan partner untuk memperkuat kapabilitas, dan ada juga yang perlu dievaluasi kembali,” ujar Tira Ardianti.
Saat ini, Astra memusatkan strategi pertumbuhan pada tiga bisnis inti, yakni otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat. Ketiga sektor tersebut menjadi kontributor utama dengan menyumbang sekitar 90% terhadap laba konsolidasi Astra.
Untuk bisnis di luar tiga sektor utama atau wider businesses menyumbang sekitar 10% terhadap laba grup. Meski kontribusinya lebih kecil, segmen ini masih mencatatkan pertumbuhan positif.
Membaca laporan keuangan semester I 2026, segmen lain-lain yang mencerminkan wider businesses membukukan laba bersih sebelum memperhitungkan non-recurring items sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Astra International Perkuat Disiplin Alokasi Modal
Penting diketahui Astra tidak hanya mengejar ekspansi bisnis, tetapi juga memastikan setiap investasi mampu memberikan tingkat pengembalian yang optimal.
Karena itu, perseroan akan memperketat disiplin alokasi modal. Sumber daya akan diarahkan ke bisnis yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih besar dan dapat memberikan nilai tambah bagi Astra.
Strategi tersebut sejalan dengan peta jalan korporasi baru Astra yang menekankan empat aspek utama, yakni fokus bisnis, kejelasan strategi, disiplin alokasi modal, dan komitmen terhadap transformasi perusahaan.
Related News
Investasi Langsung, Dirut Hero Global Investment (HGII) Tambah Saham
Raih Pembiayaan USD9,8 Juta, Anak Usaha ARKO akan Biayai Proyek PLTS
BUVA Perkuat Eksposur Sektor Hiburan dan Gaya Hidup Bali
Morgan Stanley Serok GOTO Senilai Rp10,8M, Kuasai 7% Porsi Saham
Gelontorkan Rp20,3M, Pengendali ASLI Tambah Kepemilikan Jadi 52 Persen
Mesin Laba Astragraphia (ASGR), Bos: Peranan AI Dongkrak Model Bisnis





