EmitenNews.com - JAKARTA –Sepanjang tahun 2026 penjualan mobil Honda di Indonesia mengalami tekanan yang hebat. Honda hanya mampu membukukan penjualan total sekitar 8.921 unit di dua bulan pertama 2026 atau Januari dan Februari 2026. Angka ini jeblok hampir 50 persen dibandingkan penjualan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai lebih dari 16 ribu unit.

Di tengah penjualan yang anjlok, Honda di Indonesia mengganti pucuk pimpinan. Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor (HPM) Shugo Watanabe, Senin (30/3/2026) resmi menyerahkan posisinya kepada Masanao Kataoka. Wantanabe hanya menjabat dua tahun di Honda Indonesia, waktu yang terbilang singkat.

Dalam 15 tahun terakhir hanya ada dua orang yang masa jabatan Presiden Direktur Honda di Indonesia dua tahun. Selain Wantanbe, satunya adalah Kotaro Shimizu.

Berikut adalah susunan bos Honda di Indonesia dalam 15 tahun terakhir:
-Shugo Watanabe (Maret 2024 – Maret 2026)?Menjabat sebagai Presiden Direktur HPM yang baru, menggantikan Kotaro Shimizu.
-Kotaro Shimizu (2022 – Maret 2024) Menjabat sebagai Presiden Direktur sebelum Shugo Watanabe.
-Takehiro Watanabe (2017 – 2022) Memimpin HPM setelah serah terima jabatan dari Tomoki Uchida.
-Tomoki Uchida (2011 – 2017) Memimpin HPM sejak tahun 2011 hingga digantikan oleh Takehiro Watanabe pada Maret 2017.

Masanao Kataoka merasa terhormat dapat dipercaya untuk memimpin Honda di Indonesia. Indonesia selalu menjadi salah satu pasar yang sangat penting bagi Honda secara global, dengan potensi yang besar serta lanskap industri otomotif yang sangat dinamis.

“Saya ingin terus membawa Honda tumbuh bersama konsumen di Indonesia dengan menghadirkan pengalaman mobilitas yang menyenangkan, andal, dan relevan di setiap tahap kehidupan mereka,” katanya dalam acara serah terima di Jakarta, Senin.

Kataoka memulai kariernya di Honda pada tahun 2000 dan memiliki pengalaman luas di berbagai fungsi strategis dalam bisnis otomotif Honda. Ia pernah terlibat dalam bidang Marketing & Sales di Filipina dan Malaysia, sebelum kemudian berfokus pada Product Planning di Jepang.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga bertanggung jawab dalam Life Cycle Business Planning serta Automobile Business Strategy, dengan fokus pada pengembangan portofolio produk yang selaras dengan perubahan kebutuhan konsumen serta dinamika industri otomotif global. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman bekerja di beberapa pasar di kawasan Asia, termasuk Filipina dan Malaysia, yang memberinya perspektif luas mengenai karakter pasar serta ekspektasi konsumen di kawasan ASEAN.

Sementara itu terkait dengan penjualan Honda, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Februari 2026, Honda hanya mampu mencatatkan penjualan sekitar 4.688 unit. Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan Februari 2025 yang mencapai sekitar 7.754 unit atau turun 39%.

Penurunan juga terlihat pada akumulasi penjualan dua bulan pertama tahun ini. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, total penjualan Honda tercatat sekitar 8.921 unit.
Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang menembus lebih dari 16 ribu unit, sehingga secara keseluruhan penjualannya turun hampir setengah dibandingkan tahun sebelumnya.