Dibayangi Tekanan Sektoral, IHSG Melemah ke Level 6.900-an
:
0
Main hall Bursa Efek Indonesia
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan dengan pelemahan, turun 37,53 poin atau 0,53% pada Senin (6/4/2026).
Sepanjang sesi, pergerakan indeks terbilang fluktuatif dengan rentang di level 6.934 hingga sempat menyentuh 7.009, sebelum akhirnya ditutup di zona merah.
Tekanan datang dari mayoritas sektor yang tak mampu bertahan. Delapan dari sebelas sektor mencatatkan penurunan, dengan sektor infrastruktur memimpin pelemahan sebesar 0,92%.
Disusul sektor barang konsumen primer yang turun 0,80% dan sektor kesehatan yang melemah 0,58%. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang cukup merata di pasar.
Meski begitu, tidak semua sektor tenggelam. Tiga sektor masih mencatatkan penguatan, yakni barang konsumen non primer yang melonjak 2,26%, diikuti sektor bahan baku naik 1,17% dan energi yang menguat tipis 0,39%.
Namun kenaikan tersebut belum cukup kuat untuk menahan laju pelemahan indeks secara keseluruhan.
Aktivitas perdagangan tetap ramai. Total volume transaksi mencapai 29,21 miliar saham dengan nilai Rp15,25 triliun, serta frekuensi transaksi sebanyak 1,66 juta kali.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 412 saham mengalami penurunan, jauh lebih banyak dibandingkan 255 saham yang menguat, sementara 151 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham tetap mencuri perhatian dengan kenaikan signifikan seperti FORE, YPAS, MSIN, ARKO, dan SMMT.
Sebaliknya, tekanan jual paling dalam dialami RLCO, DATA, BREN, DSSA, dan TPIA.
Related News
Akhiri Mei, IHSG Malah Gagal Melesat, Saham Buangan MSCI Dominan Hijau
IHSG Siang (29/5) Ngacir, Investor Ramai-Ramai Buy on Weakness
Temuan Kementan: 85,56 Persen Beras Premium Tak Penuhi Standar
PHE - Cikarang Listrindo Amankan Gas Untuk KI Jababeka dan MM2100
Butuh Acuan Investasi? Nih, Gemini Rilis Prediksi Pasar Didukung Grok
IHSG Pagi Jumat (29/5) Sempat Koreksi Imbas MSCI, Berbalik Rebound!





