EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tajinya di tengah sorotan penundaan Rebalancing Index Maret 2026 dari FTSE Russell, IHSG justru menutup perdagangan sesi I dengan lonjakan 1,26 persen ke level 8.132,75, Selasa (10/2/2026).

Sejak pembukaan, pergerakan indeks sempat berayun. Namun tekanan tersebut tak bertahan lama. Aliran beli kembali menguat dan mendorong IHSG merangsek ke rentang 8.011 hingga 8.140, sebelum akhirnya parkir nyaman di zona hijau saat jeda siang.

Aktivitas transaksi pun menggeliat. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 26,93 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,92 triliun. Frekuensi perdagangan menembus 1.524.156 kali. Mayoritas saham berpihak ke penguatan sebesar 572 saham menghijau, 126 melemah, dan 118 flat.

Reli berlangsung nyaris menyeluruh di lantai bursa. IDXINDUSTRY tampil sebagai lokomotif dengan lonjakan 3,03 persen, diikuti IDXENERGY yang naik 2,24 persen dan IDXCYClical menguat 2,10 persen. Sektor lain ikut menyala—IDXBASIC naik 2,02 persen, IDXPROPERTY 2,07 persen, IDXINFRA 1,66 persen, IDXFINANCE 1,47 persen, IDXTECHNO 1,19 persen, IDXTRANS 1,16 persen, IDXNONCYC 0,86 persen, sementara IDXHEALTH menguat tipis 0,23 persen.

Penguatan indeks tak lepas dari dorongan saham-saham berkapitalisasi besar. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) melesat 11,42 persen ke Rp10.975, disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang naik 6,22 persen ke Rp1.110, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 5,00 persen ke Rp252. Ketiganya menjadi motor utama penggerak IHSG di sesi I.

Di sisi lain, tak semua saham ikut berpesta. Sejumlah saham big caps justru menahan laju indeks. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) tergelincir 4,01 persen ke Rp2.390, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) turun 1,24 persen ke Rp7.950, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) melemah 1,08 persen ke Rp9.075.

Dengan seluruh indeks sektoral berada di zona hijau dan transaksi yang kian padat, pasar kini menanti apakah momentum reli ini mampu dipertahankan hingga penutupan perdagangan sesi II.