Diskon Brutal, Investor Ini Serok Jutaan Saham STTP Rp14,54 Miliar
:
0
Pengurus Siantar Top tampak berbincang santai usai pelaksanaan RUPS tahunan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mariati menambah tabungan saham Siantar Top (STTP). Afiliasi pemilik manfaat perseroan itu, diketahui menyerok 4.823.800 helai atau 4,82 juta eksemplar. Transaksi penggandaan tumpukan saham tersebut telah ditahbiskan pada 14 April 2026.
Transaksi pembelian dipatenkan dengan harga pelaksanaan Rp3.015 per lembar. Harga beli itu, tergolong murah kalau dibanding penutupan perdagangan saham perseroan edisi 14 April 2026 di level Rp9.750. Artinya, diskon brutal 6.735 poin alias 69,07 persen.
Diskon Gede-gedean
Nah, menyusul skema harga tersebut, Mariati cukup merogoh dana taktis senilai Rp14,54 miliar. Sebagai ganjaran dari aksi akumulasi itu, donasi saham Siantar Top dalam keranjang investasi Mariati makin menebal. Tepatnya, menjadi 84,07 juta lembar alias setara dengan porsi 6,42 persen.
Mengalami lonjakan sekitar 0,38 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 79,23 juta helai selevel 6,04 persen. Transaksi tersebut manajemen Siantar Top diklaim dengan tujuan untuk penyelesaian hak dan kewajiban antar nasabah.
Free Float di Atas Regulasi
Per 31 Maret 2026, pemegang saham Siantar Top antara lain Shindo Sumidomo 3,0996 persen, Juwita Wijaya 0,0874 persen, PT Shindo Tiara 56,763 persen, Amelia Sintari 6,652 persen, Robin Sindo 7,184 persen, dan publik 20,165 persen.
Jumlah saham free float 263,48 juta lembar setara dengan 20,11 persen. Jumlah Total pemegang saham terdiri dari 544 pihak. Pemilik manfaat Shindo Sumidomo. Dan, Mariati merupakan afiliasi pemilik manfaat. (*)
Related News
RUPSLB Juni Ini, Emiten PIPA Bersiap Ganti Nama hinggaTambah Modal
Dapat Restu, SAME Matangkan Private Placement 1,64 Miliar Lembar
Rampung, RSUD Garapan PTPP Diresmikan Presiden Prabowo
KBLM Bagi Dividen Minimalis, Cum Date 17 Juni
ELSA Jadwal Dividen 45 Persen Laba, Yield Tembus 7,5 Persen
Hajatan CBRE Makin Dekat, Jadi Right Issue Jumbo Pertama 2026?





