EmitenNews.com - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp 65,53 triliun di semester pertama tahun 2026. Angka ini naik sebesar 9% dibandingkan enam bulan pertama tahun lalu yang sebesar Rp59,84 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim, mengatakan di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester?pertama di tahun 2026 ini.

“Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang?sehat,” kata Anthoni Salim dalam keterangan pers yang diterima Emitennews.com, Jumat (31/7/2026).

Anthoni mengatakan laba usaha meningkat sebesar 14% menjadi Rp13,29 triliun dari Rp11,69 triliun. Tidak itu saja marjin laba usaha tetap sehat sekitar 20,3%.

Hanya saja laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% menjadi Rp4,72 triliun dari Rp5,84 triliun pada semester pertama tahun lalu. “Hal itu terutama karena lebih tingginya rugi selisih kurs yang belum terealisasi yang timbul dari kegiataan pendanaan, seiring melemahnya nilai tukar rupiah,” ucapnya.

Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan, naik 7% menjadi Rp6,18 triliun dari Rp5,78 triliun pada semester pertama tahun lalu.