Ditopang Bisnis Real Estate, Impack Pratama (IMPC) Raih Kinerja Stabil
:
0
Gedung PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC). Dok. Ist.
EmitenNews.com - Ditopang bisnis real estate PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), membukukan kinerja yang stabil pada kuartal I-2025. Emiten produk dan perlengkapan bangunan ini, meraup laba bersih sebesar Rp152 miliar. Ada kenaikan, tipis, sebesar 1% dibandingkan keuntungan neto pada kuartal I-2024 sebesar Rp150 miliar.
Dalam keterangan resmi Selasa (6/5/2025), Direktur Utama Impack Pratama Haryanto Tjiptodihardjo menjelaskan, perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih IMPC pada tiga bulan pertama 2025 itu, berbanding lurus dengan naiknya pendapatan IMPC sebesar 3% menjadi Rp937 miliar, tinimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp911 miliar.
Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2025, pendapatan IMPC pada kuartal I-2025 mayoritas terkerek oleh kontribusi bisnis real estat. Sektor ini menghasilkan pendapatan sejumlah Rp646 miliar, atau lebih tinggi dari sebelumnya sejumlah Rp620 miliar.
Kontribusi pendapatan berikutnya dari bisnis manufaktur dan distribusi di dalam negeri sejumlah Rp641 miliar. Sedangkan bisnis manufaktur dan distribusi di luar negeri mencatatkan pendapatan sejumlah Rp309 miliar, terkoreksi daripada sebelumnya sebesar Rp317 miliar.
Direktur Utama Impack Pratama, Haryanto Tjiptodihardjo menjelaskan, kinerja IMPC pada paruh pertama tahun ini merupakan tahap awal dari target perseroan secara tahunan.
“Kami akan mengakselerasi pertumbuhan di semester II-2025 untuk mencapai target pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih Rp600 miliar,” kata Haryanto Tjiptodihardjo dalam keterangan resmi, Selasa (6/5/2025).
Untuk itu, IMPC akan fokus meningkatkan daya saing di pasar regional. Salah satunya dengan memperluas jangkauan ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru.
Impack Pratama telah menggandeng SCG Roofing Company Limited (SCGR) untuk mendistribusikan produk atap Alderon di Thailand. Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, pengiriman pesanan trial pertama telah dilakukan pada akhir Januari 2025, setelah proses analisis pasar mendalam oleh kedua pihak.
Penting dicatat, emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp17,58 triliun tersebut menilai, kawasan ASEAN merupakan prioritas utama dalam ekspansi bisnis perusahaan.
“Pasar ASEAN merupakan rumah bagi kami. Dengan kemitraan ini, kami yakin SCGR dapat mempercepat pencapaian visi kami untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan kepada konsumen di kawasan," urai Haryanto Tjiptodihardjo.
Related News
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%
CBRE Kantongi Fasilitas Kredit USD45 Juta dari Maybank
Emiten Keponakan Prabowo (TRIN) Catat Penjualan Q1 Anjlok Drastis





