Diujung Tanduk Delisting, LAPD Tak Bukukan Pendapatan Hingga Diragukan Oleh Auditor
:
0
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan efek PT Leyand International Tbk (LAPD) di seluruh pasar sejak sesi I perdagangan tanggal 7 April 2022.
Pengumuman BEI menyatakan bahwa sehubungan dengan Surat PT Leyand International Tbk (Perseroan) No: 021/LAPD/III/2022 tanggal 31 Maret 2022 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan dan Surat Perseroan No: 021/LAPD/V/2021 tanggal 27 Mei 2021 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan, terdapat informasi bahwa laporan keuangan auditan perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2021 mendapatkan opini tidak memberikan pendapat ( disclaimer ).
"Untuk menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien, Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek PT Leyand International Tbk (LAPD)," ungkap pengumuman BEI, Jumat (8/4/2022).
BEI menegaskan bahwa penghentian tersebut dilakukan di seluruh pasar sejak sesi I perdagangan hari Kamis, 7 April 2022 hingga pengumuman lebih lanjut. "Bursa meminta kepada publik untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan oleh perseroan," terang BEI.
Adapun dalam keterbukaan informasi LAPD tanggal 31 Maret 2021, terungkap mengapa auditor memberikan opini tidak memberikan pendapat. Dijelaskan bahwa perusahaan dan entitas anak telah berhenti memasok listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dikarenakan kontrak kerjasamanya telah berakhir dan secara signifikan mempengaruhi pendapatan perusahaan dan entitas anak pada periode 2021.
Saat ini manajemen perusahaan dan entitas anak tidak berhasil untuk memperpanjang kembali kontrak tersebut. Agar perusahaan dan entitas anak dapat melanjutkan kegiatan operasionalnya dan lebih lanjut telah menjual aset tetap pembangkit listrik dan peralatan pendukung. Dengan demikian, manajemen saat ini tidak mampu untuk memberikan representasi kepada auditor atas fakta dan keadaan perihai kelanjutan usaha dalam bisnis normal perusahaan dan entitas anak.
Related News
Saham Sinarmas Naik 70 Persen Jadi Rp2,4 Juta/Lot, Dicap Aneh Oleh BEI
Anjlok 72,46 Persen dari ATH, Bursa Umumkan Suspensi Emiten Nikel Ini
ISSP Siap Tebar Dividen, Cum Date Minggu Depan
Segera Cair, Cek Jadwal Dividen Surya Biru (SBMA)
ISSP Jadwal Dividen Rp20 per Lembar, Cum Date 17 Juni 2026
Sat Nusapersada (PTSN) Tabur Dividen, Intip Besarannya





