EmitenNews.com - Adaro Energy Indonesia (ADRO) mengguyur pinjaman Vindor Investments (Mauritius) Limited (Vindoor) USD600 juta. Fasilitas pinjaman itu, digerojok melalui anak usaha perseroan yaitu Alam Tri Abadi (ATA). Teken perjanjian telah dilakukan pada 29 Desember 2023.

Pinjaman itu dikenai bunga dengan term Secured Overnight Funding Rate (SOFR) ditambah 1,40 persen per tahun. Fasilitas pinjaman akan jatuh tempo pada 31 Desember 2034. Dana pinjaman untuk membiayai kembali pinjaman lain Vindoor, pengembangan bisnis, investasi, dan tujuan korporasi lainnya.  

Pemberian pinjaman itu, salah satu strategi menangkap peluang mengembangkan bisnis di dalam dan luar negeri. Perseroan berusaha memaksimalkan potensi keuangan dan jaringan luas untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang sehat bagi pemegang saham. 

Vindoor sebagai bagian dari perseroan memiliki posisi cukup kuat dalam mendukung pengembangan dengan memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan bisnis. Dengan posisi keuangan, dan tingkat likuiditas cukup baik, perseroan memiliki fleksibilitas untuk melakukan investasi di sektor riil maupun sektor keuangan. 

Perseroan juga telah melakukan kajian terhadap profil risiko atau tingkat toleransi terhadap fluktuasi investasi yang akan dilakukan. Dalam berinvestasi, perseroan melakukan kajian profil risiko, dan diversifikasi investasi yang baik, memasti portofolio investasi seimbang, dan memantau portofolio tersebut. 

Transaksi pinjaman itu, dilakukan setelah pelunasan atas pinjaman berdasar perjanjian pinjaman antara ATA dan Vindoor pada 8 Juni 2018, sebagaimana diubah dengan amandemen I atas perjanjian pinjaman pada 13 Desember 2021 sesuai informasi pada 15 Desember 2021) sejumlah USD550 juta telah dilakukan Vindoor pada 20 Desember 2023. 

Penandatanganan perjanjian pinjaman memungkinkan pinjaman digunakan atau dilaksanakan dengan sangat efisien oleh Vindoor untuk pengembangan bisnis, investasi, dan tujuan korporasi lainnya dan juga untuk membiayai kembali pinjaman lain Vindoor. Perjanjian pinjaman itu, akan memberi nilai positif bagi kedua pihak, makin mendukung tujuan perseroan mengembangkan bisnis, dan memaksimalkan tingkat pengembalian atas likuiditas dengan mendapat suku bunga lebih kompetitif. 

Pinjaman itu, diberikan untuk mendiversifikasi sumber pendapatan. Perseroan mengkaji peluang untuk memperluas bisnis baik pasar domestik maupun internasional serta cara untuk mengoptimalkan keuangan melalui investasi lintas negara. Oleh karena itu, perseroan melalui ATA tidak melakukan investasi ini pada pihak ketiga. 

Pasalnya, dengan investasi pada Vindoor, perseroan tidak hanya mengoptimalkan tingkat pengembalian atas likuiditas, tapi juga mendukung terhadap unit bisnis agar terus berkembang menjadi profit centre atau pusat laba bagi perseroan. Itu akan memberi manfaat lebih besar dibanding melakukan investasi pada pihak ketiga atau instrumen keuangan lainnya. (*)