EmitenNews.com - PT Zebra Nusantara (ZBRA) berencana rebranding nama perusahaan. Maklum, nama Zebra Nusantara masih sangat lekat dengan bidang jasa transportasi. Padahal, sejak dicaplok pengusaha Rudy Tanoesoedibjo, bisnis Zebra Nusantara sudah bergerak bidang distribusi logistik terintegrasi hingga pelosok negeri.
Untuk kepentingan itu, perseroan segera mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS). Zebra Nusantara ingin memperkuat image perusahaan bergerak bidang distribusi, dan logistik dengan cara melakukan rebranding. Itu penting mengingat pada kuartal tiga tahun ini, perseroan mencetak lonjakan omset 30 ribu persen.
Itu menjadi bukti sahih, performa Zebra Nusantara didorong keberadaan Dos Ni Roha (DNR) sejak periode 2020 menekuni bidang logistik & distribusi alat kesehatan. ”Kita rencana mengubah nama karena persepsi masyarakat masih melihat Zebra Nusantara sebagai perusahaan taksi. Persepsi itu harus diubah karena Zebra Nusantara sudah bertransformasi dari segi bisnis,” tutur Gary Tanoesoedibjo, Direktur Zebra Nusantara, Senin (1/11).
Selain itu, rebranding dirasa menjadi salah satu strategi jitu untuk perusahaan Zebra Nusantara. Menilik usia, Zebra Nusantara sudah cukup uzur. Berdiri sejak 1987, brand Zebra Nusantara butuh penyegaran melalui brand rejuvenate dengan rebranding.
Banyaknya pesaing baru, market berkembang, tantangan terus menerus hadir, membuat Zebra Nusantara perlu bertransformasi bukan hanya dari bisnis tapi perwajahan harus lebih segar. Itu penting untuk menjaga momentum di tengah zaman dengan segala perubahannya.
Rebranding dengan nama terpilih diharap menjadi wajah baru bagi Zebra Nusantara untuk lebih mudah dikenal masyarakat. Mendapat persepsi tepat di benak masyarakat. Lebih sesuai perkembangan zaman, dan tetap inline di market. (*)
Related News
Kinerja 2025 Melonjak, DCII Tetap Kebut Ekspansi di 2026
SMDR Cetak Laba Bersih USD52 Juta, Ditopang Kontrak Pelanggan
Cetak Laba Bersih Rp1,54T, Tekad Bank Jatim Jadi BPD Nomor Wahid
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen





