Doel Targetkan 75 Persen Transaksi QRIS dari DKI Jakarta
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno bersama Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo mengunjungi Pasar Kreatif “Ramadan di Jakarta” yang berlangsung pada 14-16 Maret 2025.(Foto: Stockwatch.id)
EmitenNews.com - Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, saat ini 43-45 persen transaksi pembayaran menggunakan 'Quick Response Code Indonesian Standard' (QRIS) terjadi di DKI Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan bisa meningkatkan angka tersebut dengan menyumbang hingga 75 persen transaksi pembayaran digital via QRIS.
"Jakarta 50 persen dengan peredaran QRIS nasional. Ini menarik," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat membuka Pekan QRIS Nasional 2025, di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Mantan Gubernur Banten optimis angka transaksi QRIS mencapai 75% tersebut akan tercapai tahun 2025 ini.
"Saya yakin mungkin bisa 75 persen tahun ini (2025). Sehingga nanti tahun 2027 bisa lebih maksimal lagi," kata Rano yang akrab dipanggil dengan perannya sebagai Doel di layar film.
Adapun pemanfaatan QRIS terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta mencapai 0,53 persen. Sementara, pengguna QRIS di Jakarta hingga April 2025 tercatat mencapai 6 juta orang dengan volume transaksi mencapai 258,15 juta.
Secara nasional, BI mencatat transaksi QRIS menembus 6,05 miliar transaksi dengan nilai Rp579 triliun hingga semester I 2025. QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant ,yang sebanyak 93,16 persen di antaranya merupakan UMKM.
Menurut Rano Karno, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital, Termasuk, dalam hal pembayaran dan perdagangan.(*)
Related News
SAKA Tuntaskan Pemboran Sumur UPA-17ST WK Pangkah
ICDX Mendata, Perdagangan Berjangka Komoditi Naik 96 Persen
Kinerja K3 Moncer, SMGR Raih Penghargaan Excellent HSE 2026
Harga Emas Antam Turun Rp65.000, Kini Rp2,85 Juta per Gram
Sukses Inovasi Bank Raya Raih Most Trusted Financial Brand Awards 2026
Surplus 70 Bulan Beruntun, Mendag: Bukti Fundamental Perdagangan Kuat





