Dua Saham Lepas dari Suspensi, Satu Nonstop ARA Berjilid-jilid
:
0
Ilustrasi tren kenaikan indeks harga saham.
EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan suspensi atas dua saham pada perdagangan Rabu (6/5/2026), yakni PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) dan PT Multisarana Intan Eduka Tbk. (MSIE).
"Sehubungan dengan telah dipenuhinya kewajiban oleh Perusahaan Tercatat, maka Bursa memutuskan untuk membuka kembali suspensi perdagangan saham BAIK dan MSIE mulai sesi I tanggal 6 Mei 2026," ringkas manajemen BEI dalam pengumuman resminya.
BAIK Lepas dari Suspensi Ketiga Kalinya, Kini Dijerat FCA 1 Minggu
Berdasarkan pantauan EmitenNews.com, saham BAIK sebelum disuspensi perdagangannya sempat ditutup melesat setinggi 20,91 persen setara 115 poin di Rp665.
Adapun, pada pembukaan perdagangan seusai suspensi pada Rabu (6/5) saham BAIK terpantau masih menguat tipis 0,75 persen di Rp670.
Sudah kali ketiga, saham BAIK disuspensi BEI sejak awal tahun 2026 yakni, pertama kali di tanggal 21 Januari 2026, lalu kedua kali pada 26 Februari hingga 3 Maret 2026 dan ketiga pada 24 April 2026.
Manajemen BEI turut menetapkan saham BAIK masuk papan pemantauan khusus _Full Call Auction_ (FCA) selama 1 minggu perdagangan. Hal ini dikarenakan telah melanggar ketentuan FCA Kategori 10 yang mana saham BAIK telah disuspensi lebih dari sehari perdagangan.
MSIE Lanjut ARA Lagi, Berpotensi Suspensi Jilid 2
Berdasarkan data EmitenNews.com, saham MSIE sejak (15/4) hingga sebelum disuspensi pada (4/5), tercatat dalam 13 hari perdagangannya, telah mencetak histori 12 kali di antaranya ditutup di harga Auto Reject Atas (ARA) berturut-turut. Harga saham MSIE bergerak menanjak dari Rp46 hingga menjadi selevel Rp123 atau setara kenaikan 167,39 persen atau hampir 2,7 kali lipat dari harga awal.
Adapun, pada pembukaan perdagangan seusai suspensi pada Rabu (6/5) saham MSIE terpantau kembali menguat hingga mentok batas ARA di 9,76 persen di Rp135. Menandakan reli ARA yang berlanjut 13 kali berturut-turut.
Related News
Saham GOTO Kian Terperosok, Antrean Jual Mengular
Usai Diakuisisi AEP, Saham Emiten Sawit dan Karet Ini Mendadak Ambruk
YUPI Bagi Dividen Interim Bulan Ini, Telisik Besarannya
Penjualan COAL Q1 2025 Anjlok, Merosot hingga 50,2 Persen
Pendapatan Melorot, Laba MBSS Anjlok 71 Persen Kuartal I 2026
MSJA Jadwal Dividen Tunai 90 Persen dari Laba, Telisik Detailnya





