Durian Indonesia Laris Manis di China, Mengapa Sulteng Mendominasi?
:
0
Ilustrasi Volume ekspor durian beku Indonesia ke China sejak awal tahun ini mencapai 4.077 ton dengan nilai mencapai Rp377,5 miliar. Ekspor perdana pada Desember 2025, dan berlanjut sampai kini. Terbaru, Barantin melepas total 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah ke Negeri Tirai Bambu itu. Dok. Kabar Palu.
EmitenNews.com - Durian Indonesia laris manis di China. Volume ekspor durian beku Indonesia ke China sejak awal tahun ini mencapai 4.077 ton dengan nilai mencapai Rp377,5 miliar. Ekspor perdana pada Desember 2025, dan berlanjut sampai kini. Terbaru, Barantin melepas total 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah ke Negeri Tirai Bambu itu.
Demikian keterangan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat M. Panggabean dalam keterangannya kepada wartawan seperti dikutip Sabtu (18/4/2026).
"Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Sampai hari ini, sudah 151 kontainer diberangkatkan ke China," kata Kepala Barantin Sahat M. Panggabean saat menghadiri pelepasan ekspor durian beku di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (16/4/2026).
Kita tahu, akses langsung durian beku Indonesia ke pasar China resmi terbuka setelah tercapainya kesepakatan protokol ekspor sebagai salah satu bentuk kerja sama ekonomi kedua negara. Hal itu dicapai dalam kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta pada Mei tahun lalu. Ekspor perdana kemudian dilakukan pada Desember 2025 dan berlanjut hingga saat ini.
Penting dicatat kerja sama ini dinilai menguntungkan petani lokal karena memangkas waktu logistik. Sebelumnya, dibutuhkan waktu 56 hari untuk sampai ke China, tetapi kini, hanya 22 hingga 26 hari. Dengan demikian, hal ini akan menguntungkan arus kas petani dan memangkas beberapa biaya lainnya.
Dengan konsumsi domestik yang besar, Barantin menargetkan Indonesia dapat mengambil 5 hingga 10 persen dari pangsa pasar durian China. Jika target itu tercapai, Indonesia berpotensi meraup tambahan devisa sekitar Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun
Satu hal, selain memangkas biaya logistik, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tengah Alfian mengatakan ekspor durian ke China menawarkan peluang keuntungan besar bagi petani. Pasalnya, harganya cenderung lima hingga tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan dalam negeri.
Sejauh ini, sudah terdapat delapan rumah pengemasan durian beku yang telah mengantongi izin ekspor dari otoritas China, tujuh di antaranya berada di Sulawesi Tengah. Wilayah Sulteng memang sejak lama terkenal sebagai sentra penghasil durian di Indonesia dengan potensi produksi hingga 95.140 ton pada tahun lalu. Jadi wajar kalau wilayah yang kini dipimpin Gubernur Anwar Hafid itu mendominasi pasar ekspor durian ke China.
Beberapa durian lokal, seperti jenis bawor, super tembaga, dan namlung, disebut memiliki rasa manis dan aroma kuat yang disukai konsumen China.
Menteri Transmigrasi mengajak warga di kawasan transmigrasi mengoptimalkan peluang ekspor komoditas durian
Sementara itu Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak warga di kawasan transmigrasi mengoptimalkan peluang untuk mengekspor komoditas durian, baik beku maupun segar, ke China. Ia menekankan pentingnya hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah, sekaligus mendorong optimalisasi ekspor durian dalam bentuk segar yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi di pasar internasional.
“Permintaan durian di pasar global, khususnya Tiongkok sangat besar. Nilai durian segar bahkan bisa hampir dua kali lipat dibandingkan produk beku. Ini menjadi peluang besar yang harus kita manfaatkan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Salah satu daerah yang berhasil mengembangkan komoditas durian adalah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
Mentrans Iftitah memimpin langsung pelepasan ekspor 459 ton durian senilai Rp42,5 miliar dari 11 kawasan transmigrasi di kabupaten tersebut pada Kamis (16/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga meninjau proses pengemasan durian yang akan dipasarkan ke luar negeri.
Keberhasilan ekspor durian tersebut merupakan hasil dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis kawasan, yang kini menjadi arah baru kebijakan transmigrasi.
Selain durian, kelapa juga memiliki prospek ekspor menjanjikan dengan permintaan mencapai 4 miliar butir atau senilai sekitar Rp110 triliun per tahun di China. Sementara itu produksi domestik di Negeri Tirai Bambu tersebut hanya mencapai 1 miliar butir.
Untuk mengoptimalkan potensi ekspor tersebut, pemerintah nantinya akan mengembangkan koridor ekonomi hortikultura di Sulawesi Tengah yang mencakup wilayah Poso, Sigi, hingga Parigi Moutong.
Related News
Harga Minyak Mentah Indonesia Capai USD102,26, Faktor Dinamika Global
Harga Pertamax dan Pertamax Green Tetap, Ayo Cek Alasan Pertamina
Presiden Bentuk Satgas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Bulog Pastikan Ketersediaan MinyaKita, Harga Stabil dan Terkendali
Menteri Bahlil Pastikan Kebutuhan Minyak dan Gas Indonesia dari Rusia
Utang Luar Negeri RI Naik, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal dan BBM





