Efek Wall Street, IHSG Cenderung Menguat
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street menyudahi perdagangan pekan lalu dengan menguat. Itu seiring perkembangan positif perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS), dan China. Angin segar itu berembus di tengah kebuntuan negosiasi antara AS dan Kanada.
Berdasar pernyataan terbaru kepada Bloomberg, menteri perdagangan Howard Lutnick mengatakan kerangka hasil perundingan dagang antara AS, dan China telah difinalisasi, dan diharap dalam waktu dekat akan tercapai kesepakatan dengan sepuluh negara mitra dagang utama.
Sementara itu, penguatan indeks sedikit tertahan pasca-adanya postingan terbaru dari presiden AS Donald Trump. Paman Trump menyatakan perundingan dagang antara SA dan Kanada dihentikan. Lonjakan Wall Street itu, diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Di sisi lain, pelemahan harga emas berpeluang menjadi sentimen negatif pasar. Indeks diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Ya, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 30 Juni 2025, indeks akan mengitari kisaran support 6.840-6.785, dan resistance 6.955-7.010.
Berdasar data tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Alfamart (AMRT), BTPN Syariah (BTPS), Charoen Pokphand (CPIN), Cimory (CMRY), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Telkom Indonesia (TLKM). (*)
Related News
IHSG Melemah ke 6.091, Volume Transaksi BNBR dan BUMI Terbesar
Lokomotif Ekonomi, BTN Perkuat Kemitraan dengan Pemprov Malut
Baksos Operasi Katarak BCA Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Mentawai
IHSG Mendadak Junam ke Level 6.000 Usai Sempat Dibuka Naik!
BBM Subsidi Batal Naik, Prabowo Kebut PLTS 100 GW
IHSG Cenderung Koreksi, Serok Saham-Saham Berikut





