EmitenNews.com -  Pemerintah tidak boleh main-main dengan fiskal. Rating sudah turun karena fiskal berat. Untuk itu, Ekonom Indef Hakam Naja menyatakan pemerintah tidak punya pilihan, harus melakukan efisiensi APBN, dengan fokus anggaran yang langsung terkait pelayanan dasar kepada masyarakat, mengurangi pemborosan dan kebocoran. 

“Kondisi fiskal sebelum perang Amerika-Israel dengan Iran pun sudah berat karena perkiraan defisit sudah sangat lebar dan cenderung menerobos 3 persen,” kata Hakam Naja kepada EmitenNews, Senin (16/3/2026). 

Dengan begitu kegiatan seremonial, perjalanan dinas perlu dikurangi secara signifikan dan program bekerja dari mana saja (work from anywher) di pemerintahan lebih efektifkan. 

Satu hal lagi, menurut Hakam Naja, opsi pemotongan gaji dan tunjangan para pejabat menjadi salah salah satu wujud keseriusan pemerintah mengelola keuangan negara secara efisien dan produktif. Akan lebih baik jika dimulai dari Presiden, Wakil Presiden, DPR, DPD, Menteri, Wakil Menteri, Kepala Lembaga, Wakil Kepala Lembaga, Pejabat Eselon I dan II. 

“Kebijakan ini akan menghemat dana APBN dan membangkitkan kekuatan serta solidaritas nasional di tengah ketidakpastian global,” tegasnya.   

Melihat perkembangan konflik di Timur Tengah, bisa dipastikan Idul Fitri 2026 berada di tengah kecamuk perang Israel-AS Vs Iran, dan masih ditutupnya selat Hormuz. Ada perkiraan pemudik sampai 1 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia. Menurut Kementrian Perhubungan angka pemudik ini menurun sekitar  1,75% dari survei dan merosot 6,55% dibandingkan realisasi mudik 2025. 

Parahnya, sSearang daya beli masyarakat melemah dan kondisi ekonomi serta politik global yang penuh ketidakpastian. Faktor ini jelas merupakan penyebab dari penurunan arus mudik tersebut selain faktor sosial ekonomi. Kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti terlihat pada kenaikan harga atau yang digambarkan dari inflasi bulanan sebesar 0,68% pada Februari 2026 dibandingkan penurunan harga-harga atau deflasi sebesar 0,15% pada Januari 2026 (BPS, 2026).  

“Juga faktor nilai tukar, sekarang yang menyentuh Rp17.000 lebih tinggi dari asumsi di APBN 2026 sebesar Rp16.500. Hal ini menjadikan lonjakan harga barang-barang yang diimpor termasuk makanan, minyak dan gas,” kata Hakam Naja lagi.

Satu hal, pernyataan pemerintah bahwa harga BBM tidak naik sampai Idul Fitri dan persediaan aman masih menyisakan pertanyaan. Apakah harga BBM setelah Idul Fitri akan naik. Subsidi energi pada APBN 2026 sebesar Rp210,06 triliun untuk listrik, elpiji dan BBM. Kalau harga BBM akan tetap dipertahankan ketika harga minyak naik, maka subsidi mesti diperbesar. 

Harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan Indonesian Crude Price sempat melonjak sampai USD119,5 per barel. Sedangkan dalam APBN 2026 harga minyak dipatok pada kisaran USD70 per barel.

Berkaca dari kondisi yang ada, dampak ekonomi dari perang akan cukup panjang dilihat dari jalan buntu untuk perdamaian kedua belah pihak. Bahkan sampai pascalebaran 2026 perlu diantisipasi dengan cermat.  

Pasca Idul Fitri ketahanan pangan merupakan hal penting untuk dicermati. Selat Hormuz yang ditutup dikelilingi oleh negara-negara eksportir utama pupuk nitrogen seperti Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pupuk nitrogen diproduksi dari bahan dasar gas alam dan digunakan untuk tanaman pangan yang berkontribusi pada sekitar setengah suplai pangan global. 

Nah, kenaikan harga pangan dunia bisa terjadi jika krisis perang di Timur Tengah ini tidak segera berakhir. Untuk itu, menurut Hakam Naja, pemerintah perlu mengantisipasi dan memitigasi gejolak yang bisa mengganggu program ketahanan pangan nasional ini. Pasalnya, beberapa komoditas pangan dalam jumlah relatif besar masih kita impor dari luar negeri seperti gandum, kedelai dan gula.

Sejauh ini, pemerintah meminta masyarakat tetap bersikap tenang. Menurut Menteri Energi Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sampai kini pemerintah masih bisa mengatasi keadaan, meski konflik Timur Tengah belum menunjukkan ke arah pendinginan. Karena itu, masyarakat tidak perlu panic buying bahan bakar minyak, yang malah bakal memperkeruh suasana. Indonesia memiliki cadangan minyak yang cukup. ***