Ekonomi Melambat, Pertumbuhan DPK Perbankan Indonesia 2023 Berkisar 7- 9 Persen YOY
:
0
EmitenNews.com—Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) industri perbankan Indonesia diprediksi mencapai 7% - 9% secara year on year untuk tahun 2023. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (BNLI), Josua Pardede mengatakan kemungkinan meski ekonomi Indonesia melambat tahun ini, ini tidak akan serta merta membuat pertumbuhan DPK melonjak tinggi seperti tahun 2022.
"Karena waktu itu pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan membuat diberlakukan kebijakan PSBB dan PPKM . Akibatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas sosial nyaris terhenti," kata Josua, Senin (23/1).
Kondisi saat itu membuat banyak masyarakat, terutama kelas menengah dan atas memarkir uangnya di perbankan. Ini membuat pertumbuhan DPK pada saat itu melonjak. Sementara pada saat yang sama pertumbuhan kredit perbankan anjlok karena demand kredit juga merosot drastis akibat kondisi dunia usaha yang lumpuh.
Nah kondisinya jauh berbeda dengan tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi memang melambat karena imbas dari resesi global. Tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap jauh lebih baik daripada negara maju.
Ditambah lagi pada 30 Desember 2022, Presiden Joko Widodo memastikan mencabut kebijakan PPKM . Pandemi Covid-19 ini sudah jauh menurun. Langkah ini akan semakin memperbaiki aktivitas ekonomi dan mobilitas sosial di Tanah Air.
Related News
Survei SMRC, Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Turun Tajam
Ramai, Pemilik Uang dan 74 Kg Emas Kasus Febrie Siapkan Praperadilan
Alasan Pemerintah Tarif Lepas Status WNI Naik 400%, Jadi WNI Naik 50%
Pemerintah Larang WNA jadi Penyelenggara Acara, Ini Batasannya
Lindungi Warga Lokal, Pemprov Bali Tutup Izin 18 Bidang Usaha Bagi PMA
BSN Siap KPR Meluncur, Masyarakat Makin Mudah Punya Rumah





