EmitenNews.com - PT WIKA Beton (WTON) berhasil melakukan ekspansi internasional dalam proyek pembangunan Metro Manila Subway di Filipina. Proyek itu disebut mencapai USD10,7 juta atau setara Rp180 miliar.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menjelaskan proyek itu digarap oleh entitas anak usahanya yaitu PT Wijaya Karya Komponen Beton (WIKA Kobe) yang akan memasok komponen penting pada sistem lintasan kereta.

Proyek ini turut didukung Japan International Cooperation Agency (JICA) dan dilaksanakan oleh Colas Rail sebagai kontraktor trackwork. Kuntjara juga mengatakan, proyek internasional ini memang bukan kali pertama, namun menjadi yang paling besar skalanya.

“Keterlibatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan ekspansi global perusahaan sekaligus menegaskan kontribusi kapabilitas industri manufaktur Indonesia dalam pembangunan infrastruktur modern di kawasan Asia,” ujar Kuntjara kepada wartawan di gedung BEI, Senin (6/4/2026).

Di sisi lain, keberhasilan WIKA Beton dalam proyek ini tak lepas dari keunggulan WTON dalam menghasilkan produk baik dari kapabilitas manufaktur, keunggulan teknologi, serta keandalan sistem produksi yang mencerminkan semakin kuatnya pengakuan internasional.

Dalam perjalanannya, seluruh tahapan proses manufaktur bakal berlangsung di Pabrik Produk Beton (PPB) Majalengka. Setelah itu selesai, bantalan jalan rel beton akan didistribusikan dari pabrik menuju Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum kemudian dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Manila, Filipina.

Produksi massal dan pengiriman produk direncanakan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2029, sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan jaringan Metro Manila Subway.

Selain proyek di Manila, WIKA Beton juga berencana mengeksekusi proyek lainnya seperti proyek North South Commuter Railway (NSCR), serta membuka peluang ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara, termasuk Thailand.

So, WIKA Beton optimistis konsisten menghadirkan solusi infrastruktur berkualitas tinggi, andal, dan berkelanjutan. “Kami terus memperkuat peran dalam pembangunan infrastruktur lintas negara untuk meningkatkan konektivitas regional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” tutup Kuntjara. (*)