EMAS Suntik Entitas Usaha USD120 Juta, Telisik Lengkapnya
Lokasi pertambangan emas besutan Merdeka Resources. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Merdeka Resources (EMAS) mengeksekusi transaksi USD120 juta. Fasilitas pinjaman itu, mengguyur rekening Gorontalo Sejahtera Mining (GSM). Transaksi itu, merupakan amendemen ketiga atas perjanjian utang piutang yang telah diteken pada 26 September 2025.
Berdasar perjanjian terbaru, perseroan dan GSM sepakat memperpanjang waktu jatuh tempo menjadi 31 Agustus 2029, dan mengubah tingkat margin bunga pinjaman pokok terutang menjadi 6,26 persen. Dana pinjaman itu, akan digunakan oleh GSM untuk tujuan, termasuk namun tidak terbatas pada, korporasi umum termasuk untuk kebutuhan pengeluaran modal, dan operasional.
Selain itu, juga untuk modal kerja GSM, dan keperluan lainnya sebagaimana dibutuhkan GSM. Selanjutnya, GSM selaku debitur dapat mencairkan dana pembiayaan dari perseroan dengan meminjam, membayar kembali, dan meminjam kembali dana pembiayaan, dengan ketentuan jumlah total atas dana pembiayaan terutang selama jangka waktu perjanjian.
GSM dapat menggunakan dana pembiayaan dengan menyediakan kepada perseroan suatu permohonan pencairan yang ditandatangani paling lambat satu hari kerja sebelum tanggal pencairan dana yang diajukan. Transaksi tersebut dilakukan dengan sejumlah pertimbangan.
Antara lain untuk mendukung kebutuhan pendanaan GSM, yang sejalan dengan kepentingan strategis perseroan secara konsolidasi. Pertimbangan utama agar penggunaan dana tersebut dapat memperkuat posisi keuangan dan operasional GSM, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi perseroan. Transaksi tidak berdampak terhadap kondisi keuangan perseroan. (*)
Related News
Kinerja 2025 Melonjak, DCII Tetap Kebut Ekspansi di 2026
SMDR Cetak Laba Bersih USD52 Juta, Ditopang Kontrak Pelanggan
Cetak Laba Bersih Rp1,54T, Tekad Bank Jatim Jadi BPD Nomor Wahid
TSPC Catat Penjualan Rp14 Triliun, Laba Bersih Susut di 2025
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen





