Emiten Hermanto Tanoko (RISE) Siapkan Ekspansi Lahan 700 Hektare
Manajemen RISE ketika menggelar paparan kinerja.
EmitenNews.com - Emiten properti milik Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) memperkuat strategi ekspansi jangka panjang melalui rencana aksi korporasi right issue yang ditujukan untuk memperbesar cadangan lahan (landbank) di wilayah Jawa dan Kalimantan.
Dana hasil penghimpunan modal ini akan difokuskan untuk menunjang pengembangan kawasan Kota terpadu, kawasan industri, serta peningkatan recurring income dari segmen hospitality.
Saat ini, RISE tercatat memiliki 713 hektar cadangan lahan yang tersebar pada empat proyek besar. Portofolio township residensial mencakup Tanrise City Bandung seluas 26 hektar serta Tanrise City Sidoarjo, Lingkar Timur di atas lahan 130 hektare, yang berlokasi strategis di koridor ekonomi Surabaya, Sidoarjo.
Perseroan juga memiliki proyek flagship Taman Dayu Property & Golf Taman Dayu di Pasuruan dengan area 424 hektare, termasuk fasilitas wisata dan hospitality.
Tidak hanya fokus residensial, RISE juga mengincar peluang lonjakan permintaan kawasan industri melalui Tanrise Industrial Estate Banjarbaru di Kalimantan Selatan dengan lahan 134 hektar
Manajemen RISE telah mengonfirmasi agenda penambahan lahan secara bertahap dalam kurun 2025–2026. Pada tahun depan, penambahan lahan direncanakan 32 hektare, sebelum dipacu menjadi 145 hektar pada 2026. Jika terealisasi sesuai rencana, total landbank RISE bakal melonjak menjadi 890 hektar hanya dalam dua tahun
RISE menyebut ekspansi ini selaras dengan momentum peningkatan kebutuhan hunian di Jawa Timur, serta pertumbuhan kawasan industri dan logistik di Kalimantan. Apalagi berbagai proyek infrastruktur pemerintah terus dikembangkan, meningkatkan daya tarik wilayah-wilayah tersebut bagi investor dan masyarakat.
Aksi right issue RISE diharapkan mampu memberikan fleksibilitas pendanaan untuk percepatan pembangunan dan penguatan posisi perusahaan sebagai pengembang nasional dengan fokus township development dan industrial estate.
Sebagai informasi, Saham RISE pada perdagangan Senin (27/10) turun 14,8 persen ke level Rp10.750 per lembar.
Dalam sebulan terbang 209 persen dari harga Rp3.470 pada 27 September 2025.
Dalam enam bulan melesat 941 persen dari harga Rp1.030 pada 28 April 2025.
Secara tahunan (YTD) melesat 951 persen dari harga Rp1.020 pada awal Januari 2025.
Related News
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen





