EmitenNews.com - PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) emiten Hary Tanoesoedibjo pemilik MNC Group itu kembali disengat rumor usai narasumber Bloomberg menyebut perseroan tengah mempertimbangkan untuk melantai di bursa Hong Kong.

Mengutip sumber tersebut, Bloomberg melaporkan pembahasan masih berlangsung, termasuk terkait valuasi dan waktu pelaksanaan. Namun hingga kini, MSIN belum memberikan komentar resmi atas kabar tersebut.

Kabar potensi cross board IPO di luar negeri ini kontras dengan pernyataan manajemen sebelumnya. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary MSIN Ahmad Alhafiz pada Selasa (11/2/2026) menyatakan perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat.

“Perseroan saat ini tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham perseroan di Bursa (Indonesia) paling tidak dalam tiga bulan mendatang, selain rencana PMTHMETD sebagaimana telah disampaikan kepada Bursa dan publik dalam keterbukaan informasi perseroan pada tanggal 7 Agustus 2025 untuk memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Ahmad.

Adapun, PMTHMETD atau private placement yang dimaksud mencakup rencana penerbitan hingga sekitar 6,1 miliar saham baru dengan potensi dilusi maksimal 9,09%. Dana yang diperoleh disebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan. Hingga kini, harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan.

Di sisi lain, peluang dual-listing di Hong Kong memang semakin terbuka. Pada 20 Juni 2024, BEI bersama Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX) menggelar seminar bertajuk Roadmap to Additional Liquidity via Dual Listing di Main Hall BEI. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman terkait Dual-listing IPO di kedua negara yang ditandatangani pada Juli 2023.

HKEX juga telah mengakui BEI sebagai salah satu “Recognized Stock Exchanges” sejak November 2023. Status ini membuka peluang lebih luas bagi emiten Indonesia untuk memperluas basis investor dan meningkatkan likuiditas melalui pasar Hong Kong.

Beberapa waktu yang lalu, juga emiten Merdeka Group yakni, Merdeka Gold Resources (EMAS) juga mengabarkan rencana IPO di HKEX tengah pada tahap awal penjajakan. Jika rencana IPO Hong Kong benar terealisasi, maka hal ini MSIN menyusul menjadi kandidat emiten selanjutnya setelah EMAS yang berpotensi meraup strategi ekspansi likuiditas permodalan global bagi emiten di Indonesia. 

Namun untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi resmi dari manajemen.