EMTK Jadwal Dividen 4,5 Persen dari Laba, Yield 0,75 Persen
:
0
Dua krew tengah bercengkrama di ruang studio Grup Elang Mahkota. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Elang Mahkota alias Emtek (EMTK) akan menabur dividen Rp305,91 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 4,5 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp6,78 triliun. Dengan hasil itu, para investor akan mengunyah dividen tunai Rp5 per eksemplar.
Jadi, kalau mengacu penutupan perdagangan saham edisi Jumat, 22 Mei 2026, di level Rp660, dividen yield EMTK sekitar 0,75 persen. Kemudian, sebesar 0,015 persen setara Rp1 miliar dari laba bersih untuk cadangan umum. Dan, sisa laba bersih 95,485 persen setara Rp6,48 triliun dibukukan sebagai laba ditahan.
Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 21 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 3 Juni 2026.
Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 4 Juni 2026. Cum dividen pasar tunai pada 5 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 8 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 19 Juni 2026.
Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, EMTK mengemas laba bersih Rp6,78 triliun. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp15,03 triliun. Dan, total ekuitas terkumpul Rp53,39 triliun.
Boncos Kuartal I 2026
Sepanjang kuartal pertama 2026, EMTK boncos Rp335,85 miliar. Longsor 109 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba Rp3,63 triliun. Dengan hasil itu, rugi per saham dasar menjadi Rp5,50 per helai dari sebelumnya surplus Rp59,58.
Pendapatan bersih Rp5,81 triliun, mengalami lonjakan 47,46 persen dari posisi sama tahun lalu Rp3,94 triliun. Beban pokok pendapatan Rp4,33 triliun, mengalami pembengkak dari episode sama tahun sebelumnya Rp2,81 triliun. Laba kotor terkumpul Rp1,48 triliun, menanjak dari fase sama tahun lalu Rp1,13 triliun.
Beban penjualan Rp111 miliar, bengkak dari Rp63,58 miliar. Beban umum dan administrasi Rp879 miliar, bertambah dari Rp834,06 miliar. Laba penjualan aset tetap Rp2,47 miliar, naik dari Rp626 juta. Laba selisih kurs Rp126,29 miliar, susut dari Rp141,13 miliar. Beban operasi lain-lain Rp15,36 miliar, bengkak dari Rp9,22 miliar.
Laba usaha Rp608,93 miliar, melejit dari Rp362,98 miliar. Pendapatan keuangan Rp177,78 miliar, naik tipis dari Rp176,7 miliar. Rugi atas investasi Rp1,13 triliun, longsor dari laba Rp511,22 miliar. Pendapatan dividen Rp7,39 miliar, melesat dari Rp818 juta. Biaya keuangan Rp43,43 miliar, bengkak dari Rp29,17 miliar.
Related News
CBRE ARA, Pasar Mulai Lirik Right Issue Jumbo Rp1,91 Triliun
Urbanova, Langkah Strategis KOTA Membangun Edu Hub di Indonesia
Ekuitas Negatif Jadi Positif, Inilah Teknik GMFI Reparasi Kinerja
Pacu Inovasi Material Hijau, SMGR Perkuat Kolaborasi dengan BRIN
Indocement (INTP) Setujui Dividen Rp1,54 Triliun, Ingat Jadwalnya
AADI Tebar Dividen Final Rp453 per Saham, Yield Tembus 5,5 Persen





