Entitas Migas Grup Bakrie (ENRG) Teken Kontrak Baru USD13,08 Juta!
:
0
Kawasan operasional industri migas milik emiten PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA). Foto: PIPA.
EmitenNews.com - Emiten minyak dan gas bumi, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), melaporkan transaksi afiliasi terkait pengadaan barang strategis guna mendukung operasional anak usahanya di sektor hulu migas.
Edoardus Ardianto, Wakil Direktur Utama ENRG dalam surat resminya dikutip Minggu (1/3/2026) menjelaskan bahwa transaksi tersebut melibatkan Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd (EEES) sebagai pemberi kerja dan Konsorsium antara PT Mitra Raya Energi serta PT Energi Drilling Utama (Konsorsium MRE-EDU) sebagai pelaksana pekerjaan.
Edoardus lanjut menjelaskan, kerja sama diikat melalui Kontrak Penyediaan Barang Long Lead yang diteken pada Jumat, 27 Februari 2026. Nilai maksimum kontrak mencapai USD13.084.391,55 dengan durasi pengerjaan selama 17 bulan. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan barang kategori long lead yang krusial dalam mendukung infrastruktur dan keberlangsungan operasi hulu migas.
Edoardus menambahkan, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi yang dikecualikan karena perseroan secara tidak langsung memiliki 100 persen saham pada EEES maupun EDU. Alhasil, transaksi disebut dilakukan dalam lingkup entitas anak yang berada dalam kendali penuh grup EMP.
“Transaksi tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, dan keuangan, serta kelangsungan usaha perseroan.” tuntas Edoardus
Sebaliknya, pengadaan terintegrasi antara entitas anak dinilai dapat meningkatkan efisiensi serta memastikan ketersediaan material strategis bagi proyek migas yang tengah berjalan.
Pada penutupan perdagangan Jumat (27/2), harga saham ENRG melejit 8,64 persen ke level Rp 1.760 per saham.
Related News
PBV Menarik, Penghuni Tetap MSCI, Laba GGRM Melejit Ratusan Persen
Barito Pacific Raup Pendapatan USD8,69 Miliar per September 2026
Pasar Aset Kripto Tertekan, Kinerja COIN Terdongkrak Segmen Derivatif
Laba BREN Naik 21,8% Jadi USD161 Juta, Sahamnya Anjlok 81,5% YTD
Penjualan Indofood Tembus Rp101,5 Triliun hingga Akhir September 2026
Tambah Modal! Merdeka Battery (MBMA) Bakal Private Placement Lagi





