EmitenNews.com - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan kenaikan laba bersih yang sangat signifikan sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian kuartal 3 2026, Laba bersih produsen rokok ini melonjak hingga 44,42 persen secara tahunan menjadi Rp6,51 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,51 triliun. 

Lonjakan keuntungan yang tajam ini dicapai meskipun pendapatan perusahaan hanya tumbuh tipis 4,50 persen dari Rp83,74 triliun menjadi Rp87,51 triliun. Pendorong utama lonjakan laba bersih ini berasal dari efisiensi beban operasional, kenaikan pendapatan non-operasional, serta penurunan beban pajak penghasilan perusahaan yang cukup drastis. Berikut analisis mendalam atas kinerja bisnis HMSP.

Pergeseran Tren Segmen dan Dominasi Rokok Mesin

Jika dibedah berdasarkan lini produknya, Sigaret Kretek Mesin menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan. Penjualan kretek mesin kepada pihak ketiga di pasar lokal melonjak 15,58 persen menjadi Rp52,51 triliun dari sebelumnya Rp45,43 triliun, atau bertambah Rp7,08 triliun. 

Segmen ini kini menyumbang 60,00 persen terhadap total penjualan bersih perusahaan. Di sisi lain, segmen Sigaret Kretek Tangan justru tertekan dengan penurunan 10,47 persen menjadi Rp25,82 triliun dari Rp28,84 triliun, berkurang Rp3,02 triliun dengan porsi kontribusi 29,51 persen.

Penurunan juga terjadi pada segmen Sigaret Putih Mesin yang terkoreksi 7,79 persen menjadi Rp4,13 triliun dari Rp4,48 triliun, tergerus Rp349,02 miliar dengan porsi 4,72 persen. 

Sementara itu, Produk Bebas Asap terus menunjukkan tren penerimaan positif di masyarakat dengan kenaikan 10,44 persen menjadi Rp1,98 triliun dari Rp1,79 triliun, bertambah Rp186,69 miliar dan berkontribusi 2,26 persen. 

Untuk Sigaret Putih Tangan, penjualannya turun 5,99 persen menjadi Rp677,78 miliar dari Rp720,93 miliar dengan porsi 0,77 persen. Penjualan kategori lainnya mencatatkan Rp316,25 miliar atau turun 9,76 persen dengan porsi 0,36 persen. 

Untuk transaksi pihak berelasi, penjualan ekspor menyumbang Rp1,62 triliun atau turun 4,83 persen dengan porsi 1,85 persen, serta penjualan lokal pihak berelasi mencapai Rp458,79 miliar atau naik 7,96 persen dengan porsi 0,52 persen.

Secara keseluruhan, struktur operasi perusahaan sebenarnya dikelola dalam satu segmen tunggal yaitu manufaktur dan perdagangan rokok serta produk bebas asap. Segmen tunggal ini menyumbang 99,6 persen terhadap total pendapatan bersih dan total aset perusahaan.