EmitenNews.com - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) memasang harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 100 per lembar. Harga perdana ini merupakan batas bawah dari harga book building dari rentang Rp 100 hingga Rp 120 setiap saham.  

 

Dalam prospektus e-ipo Selasa (2/5) perusahaan advertising ini mulai melangsungka penawaran umum pada 2 Mei sampai 4 Mei 2023. Melepas sebanyak 1,57 miliar saham baru atau setara dengan 20% dari modal dan disetor perusahaan setelah IPO. Sehingga meraup dana segar Rp 154,70 miliar.

 

DOOH juga menerbitkan maksimal 1,28 juta  Waran Seri I atau sebesar 20% dari modal disetor pasca IPO. Nantinya setiap pemegang 5 saham baru DOOH akan mendapat 4 Waran Seri I.

 

Hasil pelaksanaan Waran Seri I adalah sejumlah Rp 167,13 miliar. Jika dilaksanakan oleh pemegang waran, dana tersebut akan digunakan untuk menambah modal kerja Era Media Sejahtera.

 

Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek PT Indo Capital Sekuritas 



Sekitar 7,07% dana dari IPO akan dipakai untuk belanja modal berupa biaya pengadaan aset media periklanan yang dibeli dari Pihak Ketiga dan ditempatkan di berbagai lokasi.

 

Kemudian sekitar 92,93% dana segar IPO akan digunakan untuk modal kerja mulai dari biaya penyewaan slot iklan, pemasaran, penyewaan infrastruktur hingga peningkatan kapasitas layanan media.