ERAA Tebar Dividen Rp389,62 Miliar, Rudiantara Perkuat Dewan Komisaris
:
0
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 Rp25 per saham
EmitenNews.com - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp25 per saham atau seluruhnya Rp389,62 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.
Berdasarkan ringkasan risalah RUPST yang disampaikan pada Rabu (1/7/2026), pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk dibagikan sebagai dividen tunai.
Perseroan juga menyisihkan Rp1 miliar sebagai cadangan sesuai ketentuan undang-undang, sementara sisanya dibukukan sebagai laba ditahan.
Dengan jumlah saham yang berhak atas dividen sebanyak 15,58 miliar lembar, pembayaran dividen tersebut akan menjadi salah satu agenda utama yang paling diperhatikan investor ERAA pada paruh kedua tahun ini.
Selain menetapkan penggunaan laba, RUPST juga menyetujui perubahan pada jajaran Dewan Komisaris. Pemegang saham menerima pengunduran diri Lim Bing Tjay dari jabatan Komisaris Independen, efektif sejak rapat berlangsung.
Sebagai pengganti, pemegang saham menyetujui pengangkatan Rudiantara sebagai Komisaris Independen Perseroan. Masuknya nama Rudiantara menandai penyegaran di level pengawasan perusahaan di tengah fokus ERAA menjaga pertumbuhan bisnis ritel perangkat seluler dan gaya hidup digital.
Harga saham ERAA terpantau menguat 8 poin atau 2,29% menjadi Rp358 per saham hingga pukul 13:47 WIB. Rentang pergerakan sahamnya di 346-358. Volume perdagangan 28,72 juta saham, frekuensi 1.007 kali dan transaksi Rp10,07 miliar.
Sepanjang tahun buku 2025, Erajaya membukukan penjualan bersih sebesar Rp76,6 triliun, dengan laba kotor Rp8,35 triliun, dan margin laba kotor sebesar 10,9%.
Kinerja ini didukung oleh strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan secara konsisten, sehingga Perseroan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah perubahan dinamika pasar sepanjang tahun
Meski bisnis digital tetap menjadi kontributor utama dengan porsi 74%, Perseroan terus memperkuat portofolio bisnis lainnya, dengan kontribusi international business sebesar 14,8%, active lifestyle 7,5%, dan food & nourishment 3,8%. Hal ini menunjukkan keberhasilan strategi diversifikasi Perseroan dalam membangun pertumbuhan yang lebih seimbang dan berkelanjutan ke depan.
Related News
Timeline 3 Proyek Smelter Vale (INCO) Mundur, Ada Eksplor Tambang Baru
Santer Rumor! Saham BYAN ARA–Market Cap Salip Emiten Prajogo (BREN)
Top 3 Emiten Rumah Sakit Konglo, Juaranya SILO, MIKA, atau HEAL?
Top 10 Sell Foreign Sepekan, TPIA Milik Prajogo Paling Banyak Dilepas!
Top 10 Buy Foreign Sepekan, DSSA & Big Banks Banyak Diakumulasi Asing!
SILO Raih Kredit Sindikasi Rp14,5T, Aset First REIT Ikut Dijaminkan





