Fed Segera Akhiri Pembelian Aset, Indeks Saham Asia Dibuka Cenderung Melemah
:
0
EmitenNews.com - Indeks saham Asia pagi ini Kamis (27/1) dibuka variatif (mixed) dengan kecenderungan melemah.
Penurunan indeks saham Asia tak lepas dari indeks saham utama di Wall Street yang semalam bergerak liar di menit-menit akhir sesi perdagangan dan ditutup variatif (mixed). DJIA dan S&P 500 berakhir di teritori negatif sementara NASDAQ mencatatkan kenaikan tipis.
Imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury note) bertenor 10 tahun naik 6 bps menjadi 1.85%. Menurut analis Phillip Sekuritas kenaikan terjadi karena investor mengevaluasi sinyal yang dikirimkan oleh ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers pasca pertemuan kebijakan FOMC (Federal Open Market Committee).
FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Federal Fund Rate (FFR) di hampir 0% namun memberi peringatan akan segera menaikkan kisaran target suku bunga FFR.
FOMC juga mempertegas rencananya untuk menuntaskan program bulanan pembelian aset (Quantitative Easing) pada awal bulan Maret, indikasi bahwa kenaikan suku bunga pertama akan menjadi kenyataan dalam waktu 6 minggu lagi.
FOMC menilai aktifitas ekonomi AS terus menguat di tengah penyebaran varian Omicron virus Covid-19. Sehingga, Jerome Powell dalam konferensi persnya memberi indikasi bahwa langkah Fed kali ini akan dilaksanakan dengan tempo yang berbeda dibanding dengan apa mereka lakukan di tahun 2015. Karena saat ini ekonomi dan pasar tenaga kerja AS dipandang jauh lebih kuat dan tekanan inflasi lebih tinggi.
Di pasar komoditas, harga kontrak berjangka (futures) minyak mentah jenis Brent sempat menembus USD90 per barel untuk pertama kali sejak 2014 di tengah peningkatan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukrania serta sumlah pasokan global yang masih ketat pada saat permintaan mulai bangkit.
Untuk perdagangan di BEI hari ini Phillip memprediksi IHSG akan cenderung bearish di rentang support 6.565 -resistance 6.620. Berikut data teknikal saham unggulannya.
ADRO
Short Term Trend : Bullish
Medium Term Trend : Bullish
Trade Buy : 2260
Target Price 1 : 2370
Target Price 2 : 2450
Stop Loss : 2150
IMJS
Short Term Trend : Bearish
Medium Term Trend : Bearish
Trade Buy : 328
Target Price 1 : 360
Target Price 2 : 374
Stop Loss : 296
Related News
Mengapa MSCI Tak Lepas dari Bayang-Bayang Morgan Stanley?
Ada Calon IPO Jumbo Disebut-Sebut Bos Danantara!
Gagal Nanjak, IHSG Awal Pekan Ditutup Anjlok 0,92 Persen ke 6.905,62
Pintu Academy: Tokenisasi Aset Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
IHSG Siang (11/5) Drop 1,14 Persen, Sektor Kesehatan Jadi Sorotan
Sumur Baru PHR di Lembak Kemang Hasilkan 3.073 Barel/Hari





