Fitch Afirmasi Outlook BSI (BRIS) Dalam Kondisi Stabil dengan Rating 'AA(idn)'
:
0
EmitenNews.com—Fitch Ratings Indonesia telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) milik negara di 'AA(idn)' dengan Outlook Stabil dan Peringkat Nasional Jangka Pendek di 'F1+(idn)'. Fitch juga telah mengafirmasi peringkat penerbitan sukuk subordinasi berdenominasi rupiah bank di 'A+(idn)'.
Peringkat Nasional Jangka Panjang 'AA' menunjukkan ekspektasi akan tingkat risiko gagal bayar yang sangat rendah dibandingkan dengan emiten atau surat utang lainnya di Indonesia. Risiko default yang melekat hanya sedikit berbeda dari emiten atau surat utang negara dengan peringkat tertinggi.
Peringkat Nasional Jangka Pendek 'F1' menunjukkan kapasitas paling kuat untuk pembayaran tepat waktu atas komitmen keuangan relatif terhadap emiten atau obligasi lain di negara yang sama. Di bawah skala Peringkat Nasional agensi, peringkat ini diberikan pada risiko gagal bayar terendah dibandingkan dengan yang lain di negara yang sama. Jika profil likuiditas sangat kuat, tanda "+" ditambahkan ke peringkat yang diberikan.
Peringkat yang Didorong oleh Dukungan : Peringkat nasional BSI didorong oleh ekspektasi Fitch akan dukungan luar biasa dari pemegang saham mayoritasnya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BBB-/AA+(idn)/Stabil/bb+), yang memiliki 51,5% saham di BSI, jika diperlukan. Peringkat BSI terkait dengan Issuer Default Rating (IDR) Mandiri, yang mencerminkan keyakinan Fitch bahwa dukungan akan diberikan dari induk utama bank, pemerintah Indonesia (BBB/Stabil).
Keterkaitan dengan Pemerintah : Fitch percaya BSI adalah anak perusahaan Mandiri yang penting, mengingat posisinya yang dominan dalam industri perbankan syariah di Indonesia, negara mayoritas Muslim. Hal ini didukung oleh semakin pentingnya BSI bagi pemerintah Indonesia, seperti yang terlihat dalam penerbitan kelas saham khusus - tipikal di antara badan usaha milik negara Indonesia - bagi pemerintah pada tahun 2022.
Related News
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?
Siloam Hospitals (SILO) Tunda Pembagian Dividen, Ini Alasannya
Indocement (INTP) Ganti Direktur Anak Usaha PT Indomix Perkasa
Perjalanan Alfamart (AMRT) Milik Djoko Susanto, Hingga Didepak MSCI
Emiten Grup Djarum Blibli Minta Restu Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru





