Fluktuatif, IHSG Uji Level 7.120
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menguat 0,34 persen menjadi 7.069. Secara teknikal, indikator stochastic RSI sudah mendekati area oversold. Itu mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek mulai terbatas.
Tapi histogram MACD masih di area negatif, dan garis MACD dengan garis sinyal melebar. Kalau indeks bertahan di atas MA20 sekitar level 7.038, peluang indeks melanjutkan penguatan sangat terbuka. Namun, perlu diwaspadai potensi aksi ambil untung jangka pendek jelang libur long weekend.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 5 Juni 2025, indeks diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada area support 7.000, dan resistance di kisaran 7.120. Di sisi lain, sepanjang sisa pekan ini Amerika Serikat (AS) akan rilis beberapa data ekonomi penting. Di antaranya trade balance, nonfarm payrolls, average hourly earnings, dan unemployment rate.
Kemudian, pasar Eropa menanti pertemuan ECB, dengan perkiraan kembali menurunkan suku bunga 25 bps menjadi 2,15 persen dari 2,40 persen. Selain itu, akan rilis data trade balance Jerman edisi April 2025. Pasar Asia menanti Tiongkok akan merilis data inflasi Mei 2025, dan trade balance Mei 2025.
Pasar juga masih menanti perkembangan negosiasi dagang dengan AS sebelum batas waktu jeda 90 hari tarif resiprokal berakhir. Selain itu, pasar menanti realisasi investasi Danantara senilai Rp81,4 triliun, diambil dari potensi dividen BUMN senilai Rp120 triliun tahun ini, untuk delapan sektor ekonomi.
Menilik data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas merekemendasikan pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Indika Energy Indonesia (INDY), Energi Mega Persada (ENRG), Kalbe Farma (KLBF), Timah (TINS), dan Elang Mahkota alias Emtek (EMTK). (*)
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'
Memasuki 2026 Industri Otomotif Mulai Stabil





