Forum Bisnis RI-China, Pemerintah Buka Peluang Investasi Data Center
:
0
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan peluang besar pusat data (data center) tersebut dalam forum bisnis Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dok. Publika.id.
EmitenNews.com - Pemerintah menawarkan peluang investasi pusat data (data center) di Indonesia kepada investor China. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan peluang besar tersebut dalam forum bisnis Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana mengatakan perkembangan data center menjadi salah satu peluang investasi yang menjanjikan. Pasalnya, karena didukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang termasuk tercepat di Asia Tenggara.
"Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan," kata Andi Maulana dalam forum bisnis yang dihadiri oleh perwakilan dari 27 perusahaan China itu.
Mengutip Mordor Intelligence, BKPM memaparkan nilai pasar data center Indonesia mencapai sekitar USD1,44 miliar pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi USD1,83 miliar pada 2026.
Nilai tersebut diproyeksikan terus tumbuh menjadi USD3,48 miliar pada 2031 dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 13,71 persen.
Sementara itu, nilai pasar data center global diperkirakan meningkat dari USD386,71 miliar pada 2025 menjadi USD684,39 miliar pada 2031.
Prospek tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan memiliki nilai gross merchandise value (GMV) sebesar USD180 miliar hingga USD340 miliar pada 2030.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan Nilai perdagangan Indonesia dan China surplus hingga USD5,8 miliar, atau setara Rp103,89 triliun hingga Juni 2026.
Kadin mengungkapkan, total nilai perdagangan antara ke dua negara, hingga Juni 2026 mencapai USD100 miliar (Rp1.791,13 triliun) dalam enam bulan terakhir. Sedangkan surplus perdagangan yang dihasilkan mencapai USD5,8 miliar.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan hal tersebut kepada pers, dalam acara Indonesia-China Partnership Forum di Grand Ballroom Kempinski Hotel, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Related News
Fitch Turunkan Rating Perusahaan Asuransi Anak BUMN Ini Jadi ‘BB+(idn)
RI Surplus Dagang Rp103 Triliun dengan China, Kadin Ungkap Peluang Ini
Pemerintah Lelang SBSN Selasa (28/7), Target Indikatif Rp10 Triliun
Fitch Sematkan Peringkat 'AAA(idn)' Untuk Obligasi UOB Indonesia Rp2T
Analisa S&P Global Terkait Pelemahan Rupiah: Japfa, PLN, Pakuwon
MBG Hanya untuk Siswa tak Mampu, Purbaya: Potensi Hemat Anggaran





