EmitenNews.com - PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) melaporkan adanya aksi penjualan saham oleh salah satu pemegang saham pendiri Perseroan, Sujaka Lays. Aksi divestasi tersebut dilakukan secara bertahap sepanjang periode 18–30 Desember 2025 dan berdampak pada penurunan signifikan porsi kepemilikan sahamnya di COAL.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Sujaka Lays tercatat melakukan transaksi penjualan saham COAL dalam empat hari perdagangan, yakni pada 18 Desember, 19 Desember, 22 Desember, dan 30 Desember 2025.

Alhasil, kepemilikan saham Sujaka Lays di COAL per akhir Desember 2025 menyusut menjadi 34,89 persen. Angka tersebut turun cukup tajam dibandingkan posisi akhir November 2025, di mana berdasarkan catatan Biro Administrasi Efek, Sujaka masih menggenggam 48,01 persen saham Perseroan.

Sebagai pemegang saham pendiri, Sujaka Lays sebelumnya tercatat menguasai sebanyak 3.000.563.400 saham COAL hingga akhir November 2025. Namun, setelah rangkaian aksi jual tersebut, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 2.180.789.500 saham atau setara dengan 34,89 persen hak suara di Perseroan.

Jika dirinci, pada 18 Desember 2025 Sujaka Lays melepas sebanyak 679.700.100 saham COAL dengan harga Rp105 per saham. Selanjutnya, pada 19 Desember 2025, ia kembali menjual 15.000.000 saham di harga Rp99 per saham.

Dua transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan Sujaka turun dari 3.000.563.400 saham (48,01 persen) menjadi 2.305.863.300 saham atau setara 36,89 persen per 19 Desember 2025.

Aksi divestasi berlanjut pada 22 Desember 2025, ketika Sujaka kembali melepas 55.000.000 saham COAL pada harga yang lebih rendah, yakni Rp96 per saham. Kepemilikannya pun kembali tergerus menjadi 2.250.863.300 saham atau setara 36,01 persen.

Penjualan saham kembali dilakukan pada 30 Desember 2025. Pada transaksi ini, Sujaka dilaporkan menjual 70.073.800 saham COAL di harga Rp91 per saham, yang membuat porsi kepemilikannya turun lagi menjadi 2.180.789.500 saham atau setara 34,89 persen.

Secara keseluruhan, dibandingkan posisi akhir November 2025, kepemilikan saham Sujaka Lays di COAL telah berkurang sebanyak 819.773.900 saham atau setara penurunan 13,11 persen.

Seiring dengan aksi jual tersebut, pergerakan harga saham COAL juga tercatat melemah signifikan sepanjang Desember 2025. Di awal bulan, harga saham COAL masih bertahan di level Rp112 per saham dan sempat melonjak ke Rp128 pada 4 Desember 2025. Namun, setelah itu harga saham mulai bergerak turun dan kembali ke level awal bulan pada 10 Desember.

Pada perdagangan 11–12 Desember 2025, saham COAL sempat menguat tajam hingga menyentuh level Rp128 dan Rp132. Meski demikian, setelah mencapai level tersebut, harga saham kembali berada dalam tren pelemahan hingga akhirnya ditutup di level Rp86 per saham pada perdagangan terakhir tahun 2025.