Sementara itu, pada pilar Sustainability Beyond Banking, fokus Bank Mandiri diarahkan pada perluasan inklusi keuangan dan dampak sosial yang terukur. Hingga Desember 2025, sebanyak 62,7 persen pengguna Livin’ Merchant merupakan pelaku UMKM yang berdomisili di wilayah non-urban atau setara dengan sekitar 1,9 juta pengguna. 

Di sisi lain, pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga dirancang untuk menyasar masyarakat yang kurang terlayani, selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). 

Komitmen keberlanjutan Bank Mandiri juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan pendidikan, kesehatan, serta pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing. Sebagai hasil, berbagai upaya keberlanjutan ini, Bank Mandiri mendapatkan pengakuan dari lembaga pemeringkat global, salah satunya melalui peningkatan skor ESG Risk Rating berdasarkan penilaian Sustainalytics yang mencapai kategori ‘negligible risk’ dengan skor 9,5 pada 2025. 

“Keberlanjutan kami posisikan sebagai fondasi strategi bisnis agar setiap pertumbuhan yang kami dorong mampu menciptakan dampak nyata serta nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” urai Dirut Bank Mandiri Riduan. ***