Fundamental Solid, Topang Kinerja IPCM di Tengah Tantangan Global
:
0
Pada kuartal I 2026, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 3,03% menjadi Rp45,57 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp44,24 miliar. Dok. Ist.
EmitenNews.com - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) merilis laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. Pada kuartal I 2026, bagian dari Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal itu, mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 3,03% menjadi Rp45,57 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp44,24 miliar.
Dalam keterangannya yang diterima Senin (27/4/2026), Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita menyampaikan, kontribusi utama pendapatan IPCM diperoleh dari jasa pelayanan kapal yang menyumbang Rp334,51 miliar atau 96,34% dari total pendapatan. Sedangkan pendapatan dari jasa pengangkutan dan layanan lainnya tercatat sebesar Rp12,71 miliar, meningkat 11,12% YoY.
Kemudian, pendapatan dari jasa pelayanan kapal Rp334,51 miliar, yang terdiri atas pelabuhan umum sebesar Rp155,73 miliar, Terminal Khusus (Tersus) sebesar Rp114,11 miliar, dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Rp64,68 miliar.
Pada periode ini, pendapatan dari segmen pelabuhan umum dan TUKS mengalami pertumbuhan masing-masing 2,50% dan 5,14% YoY. Pertumbuhan kinerja juga diiringi dengan peningkatan total aset sebesar 4,39%, dari Rp1,71 triliun pada akhir tahun 2025 menjadi Rp1,79 triliun pada kuartal I tahun 2026.
Bagusnya, IPCM tetap membukukan arus kas yang solid di tengah ketegangan dinamika geopolitik. Terutama dari arus kas layanan operasional yang meningkat 36,29% menjadi sebesar Rp102,10 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp74,91 miliar.
Perseroan juga mencatatkan keberhasilan dalam menjalankan program efisiensi
Bagusnya lagi, Perseroan juga mencatatkan keberhasilan dalam menjalankan program efisiensi. Hal ini tercermin dari penurunan beban usaha secara signifikan, baik pada beban operasi maupun beban umum dan administrasi. Efisiensi ini menunjukkan komitmen Perseroan untuk menjaga profitabilitas di tengah tantangan eksternal, sekaligus memperkuat fondasi keuangan guna mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan.
Shanti Puruhita menyampaikan, di tengah tantangan ekonomi global, IPCM tetap optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2026 dengan menjaga fundamental usaha yang kuat. Kemudian, kerja sama lebih erat dengan mitra, mengoptimalkan armada dan awak kapal, serta mengedepankan keselamatan demi kepuasan pengguna jasa.
Pada awal tahun 2026, IPCM kembali memperkuat kemitraan dengan PT Cemindo Gemilang Tbk melalui perpanjangan kerja sama layanan pemanduan dan penundaan kapal di Terminal Khusus Bayah, Banten. IPCM juga memperluas layanan maritim di Sumatera Selatan dengan menjalin kerja sama dengan beberapa mitra strategis baik itu perusahaan pelayaran maupun cargo owner, IPCM menghadirkan layanan Ship to Ship (STS) di Perairan Wajib Pandu Kelas I Ambang Luar Sungai Musi, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Kolaborasi ini mendukung kelancaran distribusi logistik nasional melalui layanan maritim yang aman, efisien, dan profesional. Langkah strategis ini semakin memperkuat peran IPCM dalam mendukung ekosistem maritim Indonesia
Related News
Asri Karya (ASLI) Punya Pengendali Baru, Bidik Kontrak Rp712M di 2026
Aset MKNT Melonjak 69 Persen, Tapi Kuartal I 2026 Masih Rugi
Central Omega (DKFT) Tebar Dividen Rp390,31 Miliar, Simak Jadwalnya!
Cum Dividen Chitose (CINT) 30 April, Yield di Kisaran 6,2 Persen
Pengendali Baru Resmi Masuk, ASLI Diperkuat Mantan Dirut BEI
Damai Indah Golf (DMIG) Tebar Dividen Jumbo, Kapan Cair?





