TRADE

 -0.20%

IDXINDUST

 -0.74%

IDXINFRA

 -0.51%

AGRI

 1.95%

MNC36

 -0.72%

IDXCYCLIC

 -0.35%

IDXSMC-LIQ

 -0.25%

IDXHEALTH

 -0.22%

IDXTRANS

 0.25%

IDXENERGY

 0.12%

IDXQ30

 -0.62%

IDXFINANCE

 -0.58%

INFOBANK15

 -0.85%

I-GRADE

 -0.81%

BASIC-IND

 -0.91%

COMPOSITE

 -0.53%

IDXTECHNO

 -0.37%

MANUFACTUR

 -0.86%

IDXV30

 -0.28%

IDXNONCYC

 -0.55%

FINANCE

 -0.60%

Investor33

 -0.73%

IDXSMC-COM

 -0.23%

MISC-IND

 -0.87%

IDXESGL

 -1.00%

IDXBASIC

 -0.76%

DBX

 -0.47%

MINING

 -0.10%

IDX30

 -0.62%

IDXG30

 -0.59%

KOMPAS100

 -0.75%

PEFINDO25

 -0.73%

MBX

 -0.54%

BISNIS-27

 -0.72%

ISSI

 -0.38%

IDXPROPERT

 -0.33%

LQ45

 -0.69%

PROPERTY

 -0.16%

IDXBUMN20

 -0.69%

IDXHIDIV20

 -0.62%

JII

 -0.54%

INFRASTRUC

 -0.52%

IDX80

 -0.64%

JII70

 -0.52%

CONSUMER

 -0.82%

SRI-KEHATI

 -0.69%

SMinfra18

 -0.07%

Gagal Bayar, Pefindo Teguhkan Peringkat Modernland Realty (MDLN) idSD

08/04/2021, 09:40 WIB

Gagal Bayar, Pefindo Teguhkan Peringkat Modernland Realty (MDLN) idSD

EmitenNews.com - Pefindo menegaskan peringkat obligasi berkelanjutan I 2015 seri B PT Modernland Realty (MDLN) dengan idCCC. Modernland bersepakat memperpanjang jatuh tempo menjadi 7 Juli 2021 dengan para pemegang obligasi. Selain itu, tingkat suku bunga juga diturunkan menjadi 10 persen dari 12,5 persen.


Selain itu, Pefindo juga mempertahankan peringkat Modernland pada idSD. Karena Modernland gagal membayar kewajiban keuangan lain. Itu setelah gagal membayar kupon atas obligasi mata uang dolar AS. 


Modernland sedang merestrukturisasi utang dengan pemegang obligasi luar negeri. Pefindo akan menilai kembali risiko keuangan Modernland setelah restrukturisasi selesai. Pandemi Covid-19 sangat memberatkan operasi karena penjualan lahan industri sementara tertunda di tengah pasar properti perumahan sudah lemah. 


Sementara koleksi cicilan kas dari penjualan sebelumnya di bawah tekanan. Pasalnya, kapasitas pembeli untuk membayar terganggu. Efeknya, membuat sangat bergantung pada pembiayaan eksternal untuk memenuhi kebutuhan modal kerja. Pefindo berpandangan akses ke sumber likuiditas juga terhambat karena keengganan pemberi pinjaman terhadap sektor ini juga meningkat.


Obligor dengan peringkat idSD (Selective Default) menandakan obligor gagal membayar satu atau lebih kewajiban finansial jatuh tempo, baik atas kewajiban telah diperingkat atau tidak di peringkat, tetapi masih melakukan pembayaran tepat waktu atas kewajiban lain.


Efek utang berperingkat idCCC, saat ini rentan gagal bayar dan tergantung pada kondisi bisnis dan keuangan untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang. Peringkat itu, mencerminkan likuiditas Modernland sangat lemah, ketidakpastian seputar prospek pemulihan bisnis perusahaan di tengah pasar properti lemah, dan risiko konsentrasi proyek.


Peringkat tersebut, juga mencerminkan cadangan lahan Modernland cukup besar. Kemungkinan untuk peringkat dinaikkan dalam waktu dekat sangat kecil karena Modernland tidak akan melanjutkan pembayaran kupon obligasi dolar AS. Meski begitu, Pefindo dapat menaikkan peringkat dari idSD kalau perusahaan mampu menyelesaikan restrukturisasi utang atas kedua obligasi dolar AS dengan tetap menjalankan kewajiban keuangan secara berkelanjutan.


Author: J S